Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

ADAKAH KEBEBASAN DEFINISI ?

Baru saja kita mendapati suatu ormas melakukan "tabayyun", tetapi faktanya teriak-teriak, marah-marah, mengancam, atau mempersekusi. Untungnya yang "ditabayyuni" Kyai sepuh yang kalem dan tidak terpancing emosinya.

Baru saja kita mendapati suatu ormas melakukan "tabayyun", tetapi faktanya teriak-teriak, marah-marah, mengancam, atau mempersekusi. Untungnya yang "ditabayyuni" Kyai sepuh yang kalem dan tidak terpancing emosinya.

Sebelumnya ada seseorang mengaku melakukan "riset" tentang swinger, tetapi faktanya pelecehan seksual, yang akhirnya dia akui sendiri.

Ada juga pihak yang melakukan press-release telah menemukan "obat" Covid-19, tetapi tidak melalui standard BPOM, bahkan tidak memenuhi syarat untuk definisi obat itu sendiri.

Nah rupanya juga demikian dalam kasus respon terhadap kata "Khilafah". Ternyata respon yang berbeda-beda itu, tergantung bagaimana mereka mendefinisikannya. Penulis mencoba mengumpulkan aneka respon (R) yang tergantung definisi (D).

1. Khilafah = Pengganti kekuasaan [Nabi]

D: Bicara khilafah adalah bicara pergantian kekuasaan (suksesi).

R: "Karena Nabi tidak jelas memberikan petunjuk bagaimana memilih penggantinya, maka tidak ada prosedur baku dalam suksesi ini. Berarti caranya terserah kita. Pakai cara monarki boleh, pakai cara demokrasi juga gak masalah. Dan kita sekarang sudah memilih cara demokrasi".

2. Khilafah = Hanya untuk Aswaja

D: Khilafah itu hanya ada di kalangan Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Aswaja), tidak diakui oleh syiah.

R: "Aswaja itu berarti yang beraqidah Asy'ariyah atau Maturidiyah. Jadi kalau aqidahnya bukan Asy'ariyah atau Maturidiyah, itu tidak usah digubris."

3. Khilafah = itu hanya untuk Quraisy

D: Yang berhak menjadi Khalifah itu hanya Quraisy.

R: "Turki saja tidak sah. Apalagi kita di Nusantara. Jadi tidak usah dibahas. Itu bukan urusan kita".

4. Khilafah = itu hanya 30 tahun

D: Jadi setelahnya itu hanya raja-raja saja (dinasti).

R: "Tidak ada jejak Khilafah di Nusantara, karen

a dari Umayyah, Abbasiyah hingga Turki-Utsmaniyah itu bukan Khilafah".

5. Khilafah = sistem pemerintahan teokratik yang sudah usang.

D: Teokratik itu semua sistem pemerintahan yang didasari agama.

R: "Semua sistem teokratik tidak lagi dapat mengikuti modernitas. Di dunia semakin ditinggalkan. Jadi untuk apa bicara khilafah lagi. Itu setback ke masa lalu".

6. Khilafah = sistem yang bertentangan dengan NKRI

D: Khilafah itu jelas anti NKRI dan anti Pancasila. Bertentangan dengan negara bangsa (sila-3) dan demokrasi (sila-4).

R: "Membicarakan Khilafah itu membahayakan NKRI. Maka semua aktivitas menyebarkan ide Khilafah adalah makar".

7. Khilafah = pemerintahan yang mewujudkan maqashid syariah.

D: Jadi yang terpenting adalah adanya pemerintahan yang melindungi agama, jiwa, harta, akal dan nasab.

R: "Nah NKRI itu sudah melakukan itu semua. Lihat tujuan bernegara dalam UUD 1945. Jadi NKRI ini sudah Khilafah".

8. Khilafah = konsekuensi Tauhid.

D: Khilafah itu Negeri Tauhid, berdiri berdasarkan tauhid semata.

R: "Jadi yang penting kuatkan tauhid dulu, bersihkan dan bid'ah-bid'ah. Insya Allah nanti Khilafah akan tegak dengan sendirinya. Sekarang tidak usah bicara khilafah!".

9. Khilafah = Janji Allah.

D: Jadi Khilafah itu pasti akan muncul kembali.

R: "Tetapi janji Allah itu ya tidak harus tergesa-gesa. Dulu Nabi mengabarkan bahwa Konstantinopel akan ditaklukkan oleh kaum muslimin, tapi ya itu baru terjadi 800 tahun kemudian. Jadi gak usah ngotot harus sekarang, tergesa-gesa itu nggak baik".

----------

Wis silakan kalau daftarnya mau diteruskan.

Dan apa kira-kira jawaban Anda pada definisi-definisi di atas?

Adakah definisi yang sama dengan yang dimiliki pejuang Khilafah?

Bagaimana kalau definisi ini:

Khilafah adalah sistem penerapan seluruh hukum Islam yang terkait dengan urusan publik yang merupakan fardhu kifayah, yang sulit berjalan tanpa kehadiran negara. Khilafah sekaligus metode untuk mempersatukan umat Islam sedunia, dan menyebarkan rahmat Islam ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad. Di dalamnya ada berbagai sistem seperti sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem pergaulan, sistem hubungan internasional, jadi tidak cuma sistem pemerintahan, apalagi cuma mengatur suksesi.

Post a Comment for "ADAKAH KEBEBASAN DEFINISI ?"