Prof Sri Edi Swasono: Dulu Merdeka Untuk Berdaulat, Sekarang Kedaulatan Justru Dijual Dengan Berutang Ke Asing

Indonesia saat ini sudah tidak mandiri lantaran selalu bergantung pada luar negeri. Namun sayangnya, pemerintah seolah tak sadar bahayannya bila ketergantungan terhadap utang luar negeri

Indonesia saat ini sudah tidak mandiri lantaran selalu bergantung pada luar negeri. Namun sayangnya, pemerintah seolah tak sadar bahayannya bila ketergantungan terhadap utang luar negeri
Indonesia saat ini sudah tidak mandiri lantaran selalu bergantung pada luar negeri. Namun sayangnya, pemerintah seolah tak sadar bahayannya bila ketergantungan terhadap utang luar negeri.

Begitu kata Gurubesar Ekonomi Universitas Indonesia, Prof Sri Edi Swasono saat menjadi narasumber di Bravos Radio Indonesia.

"Kebesaran ekonomi kita bukan kebesaran ekonomi kemandirian. Dulu kita merdeka itu untuk mandiri, untuk berdaulat. Kita sekarang menjuali kedaulatan, tidak mandiri, sembarangan utang, utangnya kebanyakan. Enggak peduli utang lagi, utang lagi, utang lagi," ujar Prof Sri Edi Swasono dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (31/7).

Melihat kecenderungan pemerintah yang rajin berutang, ia pun ragu bahwa pemerintah sebenarnya tak sadar dengan bahaya bila terus-terusan berutang ke luar negeri.

"Bahayanya pembangunan kolaps, banyak orang meramalkan bahwa kita tidak bisa membayar utang. Utang tidak akan terbayar, (imbasnya) membebani generasi mendatang. Padahal tempo hari kita bersyukur Pak Mahathir waktu jadi Perdana Menteri (Malaysia) sempat mengingatkan kita, hati-hati dengan utang dari China, karena ini adalah jebakan utang," jelas Prof Sri Edi.

Pemerintah, kata dia, harusnya segera berbenah dengan merombak pembangunan dalam negeri berdasarkan kemandirian serta kesadaran kedaulatan nasional, termasuk meningkatkan kewaspadaan.

"Bagaimana orang-orang keturunan asing, semua WNI keturunan asing tak cuma China saja, juga yang Arab, juga yang India, juga yang lain-lain, itu lahir di sini, besar di sini, menikmati hidup di sini. Mbok ya mencintai Ibu Pertiwi ini. Jangan hatinya kepada negara leluhur masing-masing, cintalah pada Ibu Pertiwi," terang Prof Sri Edi.

Hal tersebut ditekankan karena ia merasa nasionalisme dan pembangunan karakter bangsa sendiri masih amburadul dan semrawut selama hampir 75 tahun merdeka.

"Jadi sesungguhnya siapa yang gagal? Barangkali yang gagal sistem pendidikan kita, tidak membentuk nation building and character building dengan baik," pungkasnya. (Rmol)

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,185,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,49,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,16,Musibah,4,Muslimah,86,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3551,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,110,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Prof Sri Edi Swasono: Dulu Merdeka Untuk Berdaulat, Sekarang Kedaulatan Justru Dijual Dengan Berutang Ke Asing
Prof Sri Edi Swasono: Dulu Merdeka Untuk Berdaulat, Sekarang Kedaulatan Justru Dijual Dengan Berutang Ke Asing
Indonesia saat ini sudah tidak mandiri lantaran selalu bergantung pada luar negeri. Namun sayangnya, pemerintah seolah tak sadar bahayannya bila ketergantungan terhadap utang luar negeri
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlCAnqPR1ARN__wjyK3su96s3tMU7CvvQiL1mKtmG0PgcPy304IrMl7vj1HXTfpLNwqblXZWi4xXC8x90cmQovtxgdD3NwSdRKYcgSsVLClP442qyWf3gpdWixgUd8Ai25beyf-_CN1Ic/s640/230974_05294131072020_prof_dr_sri_edi_swasono.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlCAnqPR1ARN__wjyK3su96s3tMU7CvvQiL1mKtmG0PgcPy304IrMl7vj1HXTfpLNwqblXZWi4xXC8x90cmQovtxgdD3NwSdRKYcgSsVLClP442qyWf3gpdWixgUd8Ai25beyf-_CN1Ic/s72-c/230974_05294131072020_prof_dr_sri_edi_swasono.jpg
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2020/07/prof-sri-edi-swasono-dulu-merdeka-untuk.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2020/07/prof-sri-edi-swasono-dulu-merdeka-untuk.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy