Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MEMBACA PERISTIWA POLITIK (Mis Manajemen)

Pemimpin yang baik adalah yang mampu menempatkan orang pada tempatnya (sesuai bidang keahliannya) dan mengoptimalkan tupoksinya dengan baik

By : Gus Uwik

Pemimpin yang baik adalah yang mampu menempatkan orang pada tempatnya (sesuai bidang keahliannya) dan mengoptimalkan tupoksinya dengan baik.

1. Menteri Pertanian merilis obat COVID19 dalam bentuk kalung kesehatan,

2. Setelah ramai dan heboh dipertanyakan uji kelayakannya, di ralat dan disampaikan kalau obat tersebut untuk corona, bukan khusus COVID19,

3. Hingga saat ini tidak jelas rimbanya, setelah di minta penjelasan lebih jauh,

4. Di sisi lain, RI 1 mengatakan bahwa Indonesia ngeri melihat dan merasakan krisis di depan mata. Khususnya krisis pangan,

5. Presiden menunjuk Menhan, Probowo sebagai _leading sector lumbung pangan nasional_ dalam pengangan krisis pangan,

****
1. Peristiwa politik di atas memperlihatkan bahwa Presiden lemah dalam pengelolaan SDM dan Manajerial,

2. Membiarkan dan membuat kebijakan yang tidak sesuai dengan tupoksinya,

3. Kementan yang selayaknya menjadi _leading sector_ dalam pertanian karena mempunyai data, SDM dari pusat hingga daerah, pengalaman, penelitian, dana, kewenangan, dll dalam ruang lingkup pertanian seluruhnya, malah dibiarkan mengurusi kalung kesehatan. Sedangkan Kemenhan ditugasi dalam lumbung pangan,

3. Kemenhan dgn SDM dan Tupoksi pertahanan sedikit demi sedikit dijauhkan dr tupoksinya. Wajar jika pemerintah tidak jelas mendefinisikan siapa musuh sebenarnya. Musuh dr luar dengan proxynya, musuh merusak bangsa dengan narkoba, budaya bejat, korupsi, dan perang asimetris lainnya justru tidak di beri porsi besar. Dan tidak dijadikan musuh utama bangsa. Wajar jika akhirnya penguasa menjadikan kelompok yang kritis dengan rezim dan ormas2 Islam sebagai musuh dengan cap radikal, intoleran dan anti Pancasila,

4. Mmang betul bahwa pangan dan energi sebagai masalah utama dunia ke depan, sehingga ini menjadi fokus yang harus dikawal dan diamankan. Namun tidak berarti Kemenhan mengambil alih tupoksi Kementan. Seharusnya, Pemerintah melalui birokrasi yang ada dan bisa di bantu Kemenhan untuk melawan mafia saprotan, mafia produksi dan mafia distribusi. Karena sebenarnya salah satu masalah utama pertanian adalah hal di atas. Mafia yang merusak semua jalur produksi hingga distribusi pertanian. Lebih kearah penegakan hukum tanpa kompromi,

5. Lemahnya dalam pengelolaan SDM menunjukkan bahwa lemah juga dalam kepemimpinan. Tidak berdaya menghadapi para mafia yang ada,

6. Pemimpin tidak fokus menyelesaikan masalah dasar, namun malah membuat langkah lain yang justru merusak tatanan,

Jika sebuah perusahaan tidak menempatkan orang pada tempatnya dan memberi job tidak sesuai tupoksinya maka tunggu lah carut marutnya. Dan bersiaplah musuh tak terlihat di era 4.0 dapat dengan muda masuk dan membuat proxy di negeri ini karena Kemenhan dan TNI disibukkan ngurusin konsep hingga teknis lumbung pangan Nasional. Apalagi mengawal hingga jalan. Itu jelas bukan tupoksi Kemenhan dan TNI.

Bogor, 11/7/2020

Post a Comment for "MEMBACA PERISTIWA POLITIK (Mis Manajemen)"