Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

FAJAR SUBUH MENJELANG PENAKLUKAN KOTA ROMA

Surat resmi telah dikirim Khalifah. Dalam surat tersebut, Khalifah telah memberi pilihan kepada pemerintah Italia, terkhusus pemegang Tahta Suci Vatikan, agar mengambil tindakan

[Sebuah Kisah Berseri, Menuju Penaklukan Kota Roma]

Oleh : Ahmad Khozinudin | Sastrawan Politik

Surat resmi telah dikirim Khalifah. Dalam surat tersebut, Khalifah telah memberi pilihan kepada pemerintah Italia, terkhusus pemegang Tahta Suci Vatikan, agar mengambil tindakan :

Pertama, memeluk akidah Islam, menyatakan bahwa Isa AS adalah manusia biasa yang ditunjuk sebagai Nabi, dan demi hukum Kekuasaan Italia termasuk Tahta Suci Vatikan berada dibawah kekuasaan Kekhilafahan Islam.

Seluruh penduduk Italia dan yang bermukim di Tahta Suci, akan menjadi warganegara Daulah Khilafah, memiliki hak, kewajiban dan tanggung jawab yang sama dengan kaum muslimin lainnya.

Kedua, penduduk Italia termasuk yang bermukim di Tahta Suci dibiarkan tetap dalam agamanya, dengan kewajiban membayar Jizyah. Adapun yurisdiksi wilayah, demi hukum Kekuasaan Italia termasuk Tahta Suci Vatikan berada dibawah kekuasaan kekhilafan Islam.

Seluruh penduduk Italia dan yang bermukim di Tahta Suci, akan menjadi warganegara Daulah Khilafah, mendapat jaminan dan keamanan serta berhak hidup rukun berdampingan dengan seluruh kaum muslimin.

Ketiga, jika dua pilihan diatas tidak diambil, maka kaum muslimin yang akan menetapkan pilihan hidup mulia dibawah panji Islam dan syahid mati membela agama Allah SWT. Penolakan pada dua pilihan sebelumnya, berarti menghalalkan kaum muslimin untuk mengambil opsi ofensif, melakukan pengepungan dan menyerang kota Roma.

Didalam surat juga telah disebutkan tenggat waktu untuk memberikan jawaban. Jika hingga tenggat waktu yang ditetapkan, belum juga memberi jawaban, maka hal ini sama saja memberikan izin kepada Tentara kaum muslimin untuk melakukan penyerangan.

Dalam sebuah kemah tentara kaum muslimin diperbatasan Italia, disaat fajar menjelang subuh, berdialog lah dua sahabat pejuang Islam, yang sebelum Daulah Khilafah tegak mereka giat berjuang menegakannya. Dan setelah Daulah Khilafah tegak, mereka berdua bersahabat ini, juga paling bersemangat melebur dengan tentara reguler, untuk menjadi bagian pasukan Jihad kaum muslimin.

Tentara 1 : "Aku Rasa Otoritas Roma akan mengulur waktu untuk menjawab surat Khalifah, sebelum akhirnya kita yang mengambil keputusan untuk memulai penyerangan".

Tentara 2 : "Wahai akhi, bukankah ada opsi mereka mengambil opsi menyerah ? Menyatakan memeluk Islam ? Atau setidaknya tunduk pada kekuasaan Islam ? Yang dengan itu Kota Roma dapat ditaklukkan tanpa pertumpahan darah ?"

Tentara 1 : "Tidak ya Akhi, konstantinopel ditaklukkan dengan perang, dengan darah dan air mata, dengan kesungguhan dan mengantar kaum muslimin diantara mereka syahid di jalan Allah SWT. Apakah antum mengira akan dapat menaklukkan kota Roma tanpa darah dan perang ? Mengambil kemuliaan, hanya seperti mengambil piala undian ? Tidak ya Akhi, janji penaklukan kota Roma pasti terwujud. Dengan cara yang sama, yakni ditaklukkan dengan peperangan. Karena itu, tetaplah teguh dan kokoh kan diri, sebentar lagi kita akan menghadapi hari-hari yang dahulu sangat kita rindukan..."

Bersambung....
Tidak janji. [].

Post a Comment for "FAJAR SUBUH MENJELANG PENAKLUKAN KOTA ROMA"