Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Qishos dan qarinah tegas wajibnya berjuang menegakkan institusi negara syar'i.

Qishos dan qarinah tegas wajibnya berjuang menegakkan institusi negara syar'i.

Bersamaan dengan kegaduhan yang muncul akibat kesengajaan ringannya tuntutan jaksa terhadap terdakwa (korban, yakni NB dikabarkan belum meyakini dua terdakwa adalah pelaku sebenarnya) penyiraman dengan air keras yang membuat sebelah mata NB cacat permanen sempat mencuat perbincangan terkait qishas, dimana banyak orang yang berharap pelaku penyerangan juga mendapatkan hukuman dengan konsekuensi yang sama dengan apa yang diderita korban.

Hal ini disandarkan pada hukum Islam dimana seorang pelaku kejahatan dibalas sesuai dengan perbuatannya itu(qhishas). Dimana qishash ini diterapkan untuk memberi sanksi pelaku pembunuhan, melukai (terlebih mengakibatkan cacat secara permanen) atau memotong bagian tubuh seseorang.

Didalam Al Qur'an, ayat yg menjadi dalil yg mewajibkan penerapan hukum Qishas,

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. . . " (QS. Al Baqarah: 178) , kedudukannya sama dengan ayat yg menjadi dalil wajibnya perintah sholat, puasa dan zakat, termasuk juga menghindari riba.

Hanya saja pelaksanaan syariat qishash ini tidak bisa dilakukan oleh individu, jama'ah dakwah atau ormas, akan tetapi butuh sebuah institusi syar'i yg memungkinkan untuk menerapkannya, atau negara yg menerapkan sistem pemerintahan Islam yg didalamnya terdapat Waliyul Amri yg diangkat umat secara syar'i kemudian mengangkat seorang hakim atau orang-orang yang ditunjuk sebagai wakil penguasa untuk melaksanakan proses peradilan berdasarkan hukum syara'.

Oleh karena itu terkait dengan kewajiban menerapkan hukum qishah yg hanya dimungkinan dengan adanya sebuah institusi negara yg syar'i, maka berlakulah kaidah fiqh:

"Mâ lâ Yatimmu al-Wâjibu illâ bihi fa Huwa Wâjib"

Perkara ini sekaligus menjadi qorinah yang tegas atas setiap kaum Muslim untuk berjuang demi menegakan sebuah negara yang memungkinkan menerapkankan syariat secara kaffah. Karena pelaksanakan seluruh seluruh syariat Islam adalah konsekuensi setiap orang yang secara sukarela menjadikan Islam sebagai aqidahnya.

Seorang Muslim tidak boleh menerima sebagian ajaran Islam, tetapi menolak sebagian lainnya. Mencintai sebagian hukum Islam, dan membenci sebagian yang lain. Menjalankan sebagian amalan Islam, tetapi anti terhadap sebagian amalan Islam yang lain. Di dalam Al Qur'an Allah telah memperingatkan kita tentang hal ini, Allah Swt berfirman:

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ

"Apakah kamu beriman kepada sebagian al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat (TQS al-Baqarah [2]: 85).

Lalu setelah kita mengetahui ini apakah kita masih ridho dgn berdiam diri atas diterapkannya hukum-hukum buatan manusia yg mengangkangi hukum yg diturunkan oleh Sang Khaliq? Bukankah disamping itu Allah memberikan kepada kita petunjuk untuk memilih sikap yg terbaik?. Allah SWT. berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

Di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintai tandingan-tandingan itu sebagaimana mereka mencintai Allah. Orang-orang yang beriman amat dalam cintanya kepada Allah (TQS al-Baqarah [2]: 165).

Di ayat lain Allah SWT juga menegaskan kepada kita bagaimana jalan menyempurnakan keimanan kita:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (TQS Ali Imran [3]: 31).

By : Ari Lharos

Post a Comment for "Qishos dan qarinah tegas wajibnya berjuang menegakkan institusi negara syar'i."