Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pembukaan Sekolah di Tengah Wabah, Mau Dibawa Kemana?

Pembukaan Sekolah di Tengah Wabah, Mau Dibawa Kemana?

Pemerintah akhirnya mengumumkan dibukanya kegiatan belajar mengajar untuk pendidikan umum di tengah pemberlakuan new normal. Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa sekolah yang berada di zona hijau dapat dibuka untuk menerapkan kegiatan belajar mengajar tentunya dengan menerapkan protokol yang ketat.

Faktanya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan 80% sekolah tidak siap dalam menjalankan proses belajar mengajar lewat tatap muka sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Tidak siap dalam menyediakan fasilitas kesehatan di sekolah dan tidak siap untuk memastikan semuanya menaati social distancing. Hingga kini juga belum ada arahan teknis dari pemerintah terkait sekolah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsung.

Terlepas dari hal itu, pemerintah juga terlihat belum mampu memberikan jaminan kepada daerah di zona hijau ini agar tetap bebas dari virus Covid-19. Secara nasional kondisi wabah belum mencapai puncak dan tidak menampakkan tanda-tanda akan selesai, sehingga penyebarannya ke wilayah zona hijau pun masih sangat dimungkinkan.

Kondisi ini sebagaimana yang terjadi di negara Cina, Korea Selatan, Perancis, Finlandia dan beberapa negara lainnya yang sudah memberlakukan new normal beserta penerapan protokol kesehatan yang ketat, namun terpaksa harus menutup kembali beberapa sekolah setelah terjadi lonjakan kasus baru virus Covid-19, hal ini menunjukkan bahwa negara dengan fasilitas yang mumpuni saja mengalami kegagalan dalam pelaksanaan new normal khususnya terkait pembukaan sekolah di tengah wabah.

Maka sudah semestinya pemerintah melakukan kajian mendalam terkait pembukaan sekolah ini. Fasilitas dan pelayanan kesehatan harus benar-benar dipastikan tersedia bagi masyarakat yang akan melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung. Jangan sampai memaksakan pembelajaran meskipun berada di zona hijau, namun minim fasilitas dan jaminan kesehatan.

Sebab kita sendiri telah menjumpai minimnya fasilitas dan pelayanan kesehatan di berbagai daerah khususnya di daerah dengan akses transportasi yang minim dan sebenarnya daerah tersebut adalah zona hijau. Lantas, apakah pemerintah Indonesia masih percaya diri akan lolos dari gelombang kedua wabah corona setelah diberlakukannya new normal dengan penanganan pas-pasan?

Penulis : Adelia Firandi | Mahasiswi S2 Farmasi Universitas Airlangga Surabaya

Post a Comment for "Pembukaan Sekolah di Tengah Wabah, Mau Dibawa Kemana?"