Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KAPITALISME DAN DEMOKRASI MENUMBUH-SUBURKAN RASISME

KAPITALISME DAN DEMOKRASI MENUMBUH-SUBURKAN RASISME

By Agung Wisnu Warda

Kerusuhan rasisme yang dipicu oleh kematian orang kulit hitam George Floyd di Minneapolis, Negara Bagian Minnesota adalah fenmena api dalam sekam di Amerika Serikat
.
Sebelumnya Juli 2014 terjadi kasus yang sama pada Eric Garner. Hal ini mendorong gerakan Black Lives Matter - “Nyawa Orang Kulit Hitam itu Berarti”
.
Mengapa kasus rasisme selalu berulang di AS?
.
Semua berawal dari Kolonialisme dan Imperialisme penjajah Eropa (Inggris, Perancis, Spanyol, Belanda) ke Benua Amerika
.
Maka wajar bila patung Christoper Columbus (penemu benua Amerika pada 1492) dirubuhkan oleh para pengunjuk rasa, karena patung tersebut hanyalah lambang kolonialisme, kekejaman dan genosida terhadap suku asli Amerika (Indian)
.
Berdirinya Negara Amerika malah meningkatkan deskriminasi rasial secara legal dengan memperluas perbudakan pada ribuan orang kulit hitam Afrika yang didatangkan ke Amerika untuk dipekerjakan paksa pada ladang dan tambang baru
.
Wajar patung tokoh imperialis abad 17, Edward Colston juga dirobohkan dan dibuang ke sungai oeh para pengunjuk rasa karena patung tersebut adalah lambang perbudakan
.
Edward bertanggung jawab atas 100.000 orang yang dipindahkan dari Afrika ke Karibia sebagai budak, termasuk wanita dan anak-anak yang dadanya dicap dengan nama perusahaan yang dia kelola
.
Meskipun perbudakan berakhir dengan Amandemen Ketigabelas Konstitusi AS pada tahun 1865, tapi rasisme tidak hilang dari masyarakat Amerika
.
Sampai kemudian dibuat Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964 karena desakan gerakan perjuangan warga kulit hitam Amerika menuntut hak-hak sipil mereka
.
Tetapi secara praktis diskriminasi terhadap warga kulit hitam di tengah masyarakat Amerika terus berlangsung. Bahkan tokoh gerakan kulit hitam yaitu Malcolm X dan Dr Martin Luther King menjadi korban pembunuhan
.
Dan akhirnya sampai sekarang orang-orang kulit hitam mengalami, perlakuan tidak adil, marjinalisasi dan kemiskinan
.
Selama kesenjangan terus ada maka deskriminasi rasial akan terus berlangsung
Dan ini semua terjadi karena kapitalisme. Kapitalisme tak dapat dilepaskan dari demokrasi
.
Dari sini maka setiap kita harus berpaling kepada Islam. Islam hadir tanpa membedakan warna kulit, bahasa maupun suku bangsa
.
وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّلْعَالِمِينَ
.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.” (QS Ar Rum : 22)
.
Wilayah-wilayah yang dibebaskan diperlakukan secara adil, bukan melakukan eksploitasi seperti yang dilakukan peradaban demokrasi-kapitalisme
.
Dakwah Islam dilakukan tanpa memaksa non muslim untuk memeluk Islam.  Islam hadir untuk memberikan rahmat untuk alam semesta, termasuk di dalamnya manusia
.
Akhirnya Islam mampu menyatukan umat manusia dari berbagai ras, warna kulit, suku bangsa maupun latar belakang agama menjadi sebuah masyarakat yang khas
.
Dan semua itu terwujud dengan penerapan Syariah Islam Kaffah dalam naungan Khilafah.

Post a Comment for "KAPITALISME DAN DEMOKRASI MENUMBUH-SUBURKAN RASISME"