Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cemburunya Umat Islam Pada Gajah

Cemburunya Umat Islam Pada Gajah . Akhir pekan ini, perhatian dunia tertuju pada India, ada kejadian luar biasa terkait prilaku kedzoliman dan kesewenang-wenangan sehingga menyebabkan hilangnya satu nyawa, peristiwa ini masuk dalam 5 besar daftar pencarian google trends wilayah indonesia, luar biasa bukan ? . Begitu perhatiannya Penguasa india terhadap matinya seekor gajah, tidak sebanding dengan meregangnya nyawa umat Islam dalam menentang kedzaliman UU diskriminasi kewarganegaraan

Akhir pekan ini, perhatian dunia tertuju pada India, ada kejadian luar biasa terkait prilaku kedzoliman dan kesewenang-wenangan sehingga menyebabkan hilangnya satu nyawa, peristiwa ini masuk dalam 5 besar daftar pencarian google trends wilayah indonesia, luar biasa bukan ?

Satu nyawa tersebut tidak lain adalah makhluk yang bernama gajah berjenis kelamin betina. Seluruh media-media mainstream memberitakan kabar kematiannya. penjaga hutan yang membantu evakuasi gajah, menulis di Facebook, "Saat kami melihatnya berdiri di sungai, dengan kepalanya tercelup di air, Dia punya firasat akan mati."

Gajah itu diperkirakan menderita luka sejak 20 hari lalu dan kelaparan karena tak bisa makan. Diduga kuat luka yang diderita mamalia tersebut akibat dari memakan umpan yang diberi petasan.

Sebagai tanda perhatian dan tegaknya keadilan, Pihak keamanan India akan mengusut tuntas dan menindak tegas siapa saja orang-orang yang terlibat didalamnya.

Tapi tahukah anda, bahwa ada kejadian-kejadian luar biasa yang mengakibatkan hilangnya puluhan nyawa menimpa manusia, tentu anda masih ingat peristiwa di bulan februari lalu, unjuk rasa muslim India menentang undang-undang diskriminasi kewarganegaraan terhadap umat Islam . Namun, aksi tersebut berujung bentrokan dan kerusuhan antara umat Muslim dan Hindu di wilayah timur laut New Delhi. Total korban tewas per Sabtu 29 Februari 2020 mencapai 42 orang, sementara korban luka ratusan. Masjid, rumah, dan pertokoan pun turut jadi sasaran amuk massa.

Peristiwa Gajah mati tersebut setidaknya mengingatkan, betapa murahnya nyawa manusia, dibandingkan dengan nyawa seekor gajah betina. Peristiwa tersebut juga memaksa, umat Islam ini mengurut dada akan ketidak adilan penguasa. Betapa tidak, perhatian penguasa india begitu tinggi terhadap matinya satu gajah betina, sedangkan disatu sisi, UU DISKRIMINASI mereka legalkan untuk menyekat kehidupan umat Islam, sehingga menimbulkan kerusahan yang mengakibatkan banyak korban dikalangan umat Islam.

Begitulah realita Umat Islam, disaat jadi minoritas, kehidupannya selalu menjadi korban tindakan kesewenang-wenangan, di saat jadi mayoritas hidupnya tetap terdzalimi oleh rakusnya ideologi kapitalisme dan aturan-aturan yang tidak bersumber pada Ilahi yang diadopsi penguasa negeri.

Saatnya kembali pada Islam

Dari kejadian ini, mudah-mudahan membuka hati para penduduk bumi, mengetuk sanubari umat Islam diseluruh negeri, mengingatkan mereka akan keagungan Syariah Islam ketika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Islam, jangankan nyawa, keselamatan binatang pun benar-benar dijaga, sebagaimana ucapan Umar Bin Khattab RA, Ketika menjabat sebagai khalifah, Beliau suatu kali pernah bertutur, "Seandainya seekor keledai terperosok ke sungai di kota Baghdad, nicaya Umar akan dimintai pertanggungjawabannya dan ditanya, ‘Mengapa engkau tidak meratakan jalan untuknya?’."

Apalagi menyangkut nyawa manusia, menghilangkan satu nyawa manusia pun disamakan dengan membunuh seluruh manusia (Lihat: QS al-Maidah [5]: 32). Nabi saw. juga bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang Muslim (HR an-Nasai, at-Tirmidzi dan al-Baihaqi).

Perlindungan dan pemeliharaan syariah Islam atas nyawa manusia diwujudkan melalui berbagai hukum. Di antaranya melalui pengharaman segala hal yang membahayakan  dan mengancam jiwa manusia. Nabi saw. bersabda:

لاَ ضَرَرَ وَ لاَ ضِرَارَ

Tidak boleh (haram) membahayakan diri sendiri maupun orang lain (HR Ibn Majah dan Ahmad).

Maka dari itu, satu-satunya solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan yang hadir saat ini dan menyelamatkan penderitaan kaum muslim di seluruh dunia, baik itu di Uighur, Rohingya, Palestina maupun India hanyalah dengan menerapkan sistem Islam dalam seluruh sendi-sendi kehidupan umat manusia.

Karena hanya sistem Islam yang mampu dan terbukti melindungi dan menjaga nyawa kaum muslimin, serta menjaga harta, dan kehormatan mereka.

Bukan hanya menjaga nyawa manusia saja, keselamatan hidup binatang pun diperhatikan agar tidak menimbulkan celaka.

Namun penerapan sistem Islam tidak akan pernah terwujud kecuali dengan adanya penegakkan daulah Islamiyah, yang akan menjadi perisai dan pelindung bagi kehidupan di dunia. (*)

Ahmad Sakhroni | CEO trenopini

Post a Comment for "Cemburunya Umat Islam Pada Gajah"