KALAU KAMU DIPRANK MARAH NGGAK, BAGAIMANA DENGAN ALLAH?

Ramadhan 1441 H memberi pelajaran berharga kepada kita. Kasus Prank nge-Prank begitu luar biasa menyedot perhatian publik. Setelah #KingofThePrank menjadi treding topik, diikuti peristiwa lelang motor listrik yang ternyata nge-Prank.

Oleh : KH. Hafidz Abdurrahman

Ramadhan 1441 H memberi pelajaran berharga kepada kita. Kasus Prank nge-Prank begitu luar biasa menyedot perhatian publik. Setelah #KingofThePrank menjadi treding topik, diikuti peristiwa lelang motor listrik yang ternyata nge-Prank.

Rakyat marah, karena menjadi korban Prank dari penguasa, yang dianggap mencla-mencle. Karena semua janjinya tidak ada yang bisa dipegang. Kini giliran rakyat yang nge-Prank penguasanya.

Itulah kira-kira pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa ini. Prank antar sesama manusia. Seperti dalam ungkapan hadits Nabi:
فكما تدين تدان

"Sebagaimana kamu memberi pinjaman, maka begitulah kamu pun akan dibayar." (Disebutkan al-Ajluni, Kasyfu al-Khafa')

Meski hadits ini lemah, tetapi maknanya shahih, sebagaimana nash al-Qur'an:

(وَجَزَ ٰ⁠ۤؤُا۟ سَیِّئَةࣲ سَیِّئَةࣱ مِّثۡلُهَاۖ )

"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal."
[Q.s. Asy-Syura: 40]

Jadi, siapa yang menanam, pasti akan memanen tanamannya. Kalau kita menanam kebaikan, maka kebaikan yang akan kita dapat. Tapi, kalau kita menanam kejahatan, maka kejahatan yang juga pasti akan kita dapat.

Jadi, kalau Raja Ngeprank kena Prank itu balasan dari amalnya. Itu pelajaran yang diberikan oleh Allah, bagi yang mengambil pelajaran.

Meski, kita yang kena Prank tidak boleh membalas Ngprank juga. Karena perbuatan dosa tidak boleh dibalas dengan perbuatan dosa. Biarlah kejahatan dan tipu daya dia dibalas dan diselesaikan oleh Allah.

Saya, Anda dan mungkin banyak lagi yang lain boleh jadi sering menjadi korban Prank. Kalau ditanya, marah nggak? Jawabannya pasti. Sakit hati nggak? Pasti sakit hati. Lalu, apakah Anda mau membalas? Jangan! Serahkan saja kepada Allah. Karena Allah, sebaik-baik pemberi balasan.

Jika Anda kena Prank, Anda marah. Bagaimana kalau Allah Anda prank, Anda bohongi? Marah tidak? Jawabannya pasti marah. Apa buktinya?

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ ۝ كَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفۡعَلُونَ)

"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." [Q.s. Ash-Shaf: 2 - 3].

Jelas Allah murka. Karena itu,  Allah menyebut tukang Nge-prank dengan, "Kadzib" (pembohong). Pembohong juga tidak layak disebut "Rijal" (kesatria). Mereka adalah pecundang. Maka, al-Qur'an menyebut "Rijal" itu dengan sifat:

(مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ رِجَالࣱ صَدَقُوا۟ مَا عَـٰهَدُوا۟ ٱللَّهَ عَلَیۡهِۖ )

"Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah." [Q.s. Al-Ahzab: 23]

"Shadaqu Ma 'Ahadu-Llah 'alaihi." (Menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah). Maka, memegang ucapan adalah bukti keimanan. Sebaliknya, mencla-mencle adalah bukti kemunafikan, yang tidak hanya membuat manusia marah, tetapi Allah pun murka.

Jika saya, Anda dan kita semua ingin menjadi "Rijal", maka ucapan kita harus bisa dipegang. Sekali ucapan Anda tidak bisa dipegang, apalagi mencla-mencle, maka Anda akan runtuh di mata orang, apalagi di mata Allah.

Allah mengisahkan orang Munafik yang Nge-prank Allah dan orang Mukmin:

(یُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَمَا یَخۡدَعُونَ إِلَّاۤ أَنفُسَهُمۡ وَمَا یَشۡعُرُونَ)

"Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari." [Q.s. Al-Baqarah: 9]

Maka, memegang ucapan adalah bukti keimanan. Bukti keistiqamahan. Maka, Allah suka jika kita istiqamah dalam beramal, meski sedikit, atau tidak banyak. Karena itu tanda keimanan, konsistensi, dan memegang komitmen kita kepada-Nya.

Setelah Ramadhan 1441 H berlalu, masihkan kita mau Nge-prank Allah? Na'udzubillah.

Maka, istiqamahlah dalam ketaatan. Semoga Allah ridha.

Bogor, 30 Ramadhan 1441 H
23 Mei 2020 M

0 Response to "KALAU KAMU DIPRANK MARAH NGGAK, BAGAIMANA DENGAN ALLAH?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel