Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SELAMAT ATAS HIKMA SANGGALA, ANTUM TELAH MEMENANGKAN PERKARA, ANTUM MENDAPAT TEMPAT DI HATI UMAT !


Oleh : Nasrudin Joha

Sangat keliru jika ada pihak-pihak yang memandang sengketa Gugatan Tata Usaha Negara antara Hikma Sanggala melawan Rektor IAIN Kendari sebagai sengketa hukum. Sama kelirunya jika ada yang memandang produk KTUN Objek Sengketa yang dikeluarkan Rektor sebagai produk hukum. 

Sejak awal kasus Hikma Sanggala melawan Rektor IAIN Kendari adalah kasus politik bukan kasus hukum. Rektor IAIN Kendari memecat Hikma Sanggala karena persoalan politik bukan karena hukum.

Hikma di DO bukan karena dia malas belajar, nilainya jelek, melakukan zina, mabuk-mabukan, tawuran atau menghamili anak gadis orang. Hikma di DO semata-mata karena mengambil pilihan politik yang berbeda dengan rezim, berbeda dengan Rektor IAIN Kendari, yakni pilihan politik dengan mendakwahkan ajaran Islam Khilafah.

Sebagaimana diketahui rezim Jokowi sangat anti terhadap politik Islam. Rezim Jokowi sangat anti terhadap ajaran Islam Khilafah.

Sebelum merepresi Hikma Sanggala, rezim Jokowi telah merepresi HTI sebagai ormas Islam, Prof Suteki sebagai perwakilan akademisi, para ulama dan Ustadz sebagai pengemban dakwah, hingga akhirnya sampai pada Hikma Sanggala sebagai representasi pergerakan Mahasiswa.

Semua mendapat perlakuan zalim dari rezim Jokowi bukan karena melanggar hukum, bukan karena korupsi, bukan karena ngemplang pajak, bukan karena menjual aset negara, bukan karena menumpuk utang luar negeri, bukan karena terlibat korupsi Jiwasraya, tetapi hanya karena konsisten membela ajaran Islam Khilafah.

Jadi peradilan yang terjadi di PTUN Kota Kendari adalah peradilan politik, bukan peradilan hukum. karena itu yang menjadi tujuan dari proses berperkara adalah vonis politik bukan vonis hukum.

Secara hukum memang Rektor IAIN Kendari merasa menang. Karena gugatan yang diajukan Hikma Sanggala ditolak oleh Hakim PTUN Kota Kendari.

Rektor IAIN Kendari boleh berbangga bahkan jumawa karena perkaranya menang. sama dengan rasa jumawanya ketika pertama kali dia menerbitkan SK DO terhadap Hikma Sanggala.

Namun secara politik Hikma Sanggala menang telak. Secara politik juga Rektor IAIN kendari termasuk rezim yang menaunginya kalah telak.

Putusan hakim PTUN Kota Kendari, semakin menegaskan bahwa rezim Jokowi dan seluruh jajarannya hingga ke Rektor IAIN Kendari adalah rezim yang Represif anti Islam. 

Kenapa represif ? Karena melakukan berbagai tindakan zalim berdalih hukum. Membubarkan Ormas Islam, mencabut jabatan Profesor hukum, mengkriminalisasi para ulama, sehingga melakukan DO terhadap mahasiswa secara zalim. 

Kenapa anti Islam ? Karena semua represi yang di alami, baik oleh Ormas, para ulama, Profesor guru besar hukum, hingga mahasiswa, terjadi dan dialami hanya karena konsisten membela ajaran Islam Khilafah.

Jadi secara politik umat paham, melalui putusan ini, bahwa tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari rezim. Umat juga paham, bawa mimbar-mimbar peradilan yang dihadirkan, bukanlah sarana untuk menegakkan hukum tapi hanya menjadi corong-corong kekuasaan rezim.

Yang lebih penting, hikmah telah berhasil memenangi hati umat. Umat yang mengikuti seluruh proses persidangan, rangkaian peristiwa DO terhadap Hikma Sanggala, pasti akan memberikan vonis bersalah kepada Rektor IAIN Kendari. Sebaliknya, umat pasti memberikan dukungan penuh kepada Hikma Sanggala.

Inilah kemenangan politik yang nyata, inilah kemenangan opini umum dan dukungan umat, inilah vonis vonis publik yang tidak akan mungkin bisa diatur oleh rezim, inilah kemenangan Dakwah Syariah dan Khilafah. Umat semakin yakin, bahwa dirinya memang harus bersama berdiri, serta memberi dukungan penuh kepada Hikma Sanggala yang dizalimi rezim.

Ini adalah putusan yang real, keputusan yang muncul dari kesadaran dan perasaan umat, yang telah memahami secara rinci bagaimana kezaliman rezim. Silahkan saja rezim mencetak putusan dengan Amar yang lain, membacakan putusan yang melegitimasi Kezaliman.

Namun umat telah Ijma' mengadili, mempertimbangkan, dan mengambil keputusan, memvonis rezim Jokowi hingga jajaran Rektor IAIN Kendari sebagai Rezim yang Represif dan anti Islam.

Selamat kepada Hikma Sanggala, Antum telah memenangkan pertarungan ini. Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala, memberi ridho, pahala berlipat dan tambahan kebajikan untuk antum. Amien YRA. []

Post a Comment for "SELAMAT ATAS HIKMA SANGGALA, ANTUM TELAH MEMENANGKAN PERKARA, ANTUM MENDAPAT TEMPAT DI HATI UMAT !"