KEMUNDURAN UMAT ISLAM DIAWALI DARI KEMUNDURAN BAHASA ARAB


Oleh: Ust. DR. Miftah el-Banjary, MA

Di salah satu materi perkuliahan kami di kelas Sastra Arab Prog. Pascasarjana Jami'ah Dual al-Arabiyyah Cairo ada satu buku yang diajarkan berjudul: "At-Tafakuk wal Wihdah" (Disintegrasi dan Integrasi).

Di sana dijelaskan faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab persatuan dan perpecahan sebuah bangsa. Salah satunya faktor internal, yaitu kesamaan bahasa. Bahasa menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan kesatuan dan persatuan sebuah bangsa.

Dalam sebuah seminar bahasa Arab yang menghadirkan salah seorang narasumber penulis kitab Nahwu al-Kafi yang acara tersebut diadakan oleh mahasiswa Indonesia di Cairo yang kebetulan ketika itu saya sebagai moderatornya. 

Narasumbernya menyebutkan bahwa salah satu upaya strategi para orientalis untuk menjauhkan umat Islam dari al-Qur'an adalah dengan cara menjauhkan bahasa Arab fushah dari orang Arab dan kaum muslimin. Mereka dibuat asing dan tidak lagi mengenali bahasa Arab yang menjadi bahasa wahyu al-Qur'an.

Fakta yang sangat miris terjadi pada hari ini, jangankan bagi orang a'jam [non-Arab], bagi orang Arab saja sudah banyak yang tidak mampu berbahasa Arab secara fushah sesuai dengan kaidah tata bahasa Arab yang baik dan benar. Mereka lebih terbiasa menggunakan bahasa Arab 'Amiyyah keseharian yang tidak lagi sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab. Apalagi bagi selain Arab?!!

Hari ini kita bisa lihat, bangsa Indonesia yang notabene muslim, bahkan mendapat predikat sebagai negara muslim terbesar di dunia pun, belum lagi menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa prioritas yang harus dipelajari dan dikuasai. Miris, bukan?!!

Jadi, terlampau jauh jika hari ini ada sebagian kelompok yang terlalu bersemangat berbicara tentang wacana kebangkitan Islam, jika mereka saja belum tahu persis apa saja yang menjadi faktor kebangkitan dan kemunduran peradaban itu sendiri. Bagaimana dengan kebangkitan bahasa Arab?!!

Kebangkitan Islam justru dicapai ketika setiap umat Islam kembali memahami ajaran dan spirit al-Qur'an. Dan untuk sampai pada tahap pemahaman tersebut, ya mau tidak mau, harus diawali dari memahami bahasanya, bahasa apalagi selain bahasa Arab, bukan?!!

Hari ini, betapa banyak gerakan-gerakan kelompok Islam yang menyerukan "Back to Qur'an"!!

Tapi, bagaimana bisa kembali pada al-Qur'an, jika tidak diawali dari memahami apa kandungan dan isi al-Qur'an itu dari makna dan tafsirnya, asbabun nuzulnya, nasakh mansukhnya, qarinah serta munasabatnya, dan lain sebagainya yang semua itu menghajatkan pada kemampuan yang sangat mendasar, yaitu bahasa Arab.
Label: ,

Post a Comment

[blogger]

Author Name

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.