Hanya Islam yang Mampu Hentikan Diskriminasi terhadap Kaum Muslimin


Oleh: Vinci Pamungkas

Kerusuhan besar melanda ibu kota India, New Delhi, sejak minggu malam 23 Februari 2020. Bentrokan ini terjadi antara muslim India dengan penganut hindu India. Hingga kamis, kerusuhan ini telah menyebabkan 32 orang meninggal dan lebih dari 200 orang terluka. Rumah-rumah, toko, pasar, dan sejumlah fasilitas umum lainnya dibakar. (www.cnbcindonesia.com) 

Sebenarnya, kondisi yang 'panas' ini telah terjadi sejak pertengahan Desember tahun lalu. Setelah disahkannya UU Amandemen Kewarganegaraan (Citizenship Amendment Act/CAA). Kerusuhan saat itu menyebabkan 30 orang tewas. mayoritas korban berada di negara bagian Uttar Pradesh Utara, yang populasi muslimnya cukup banyak. (www.cnbcindonesia.com)

UU CAA yang menjadi biang permasalahan, disebut sebagai UU anti muslim. pasalnya, UU ini tidak mengakui muslim yang berada di India sebagai warga negara. Padahal penganut agama minoritas lainnya, diakui sebagai warga negara. Pun warga negara lain yang ingin melakukan naturalisasi menjadi warga negara India, diberikan kemudahan. Kecuali muslim. Tentu ini membuat muslim India dan yang kontra UU ini meradang. 

Kewarganegaraan adalah ikatan hukum antara seseorang dengan suatu Negara. Kewarganegaraan memberikan orang sebuah identitas diri. Namun yang lebih penting lagi, kewarganegaraan memungkinkan mereka memiliki dan menggunakan berbagai macam hak yang melekat didalamnya. (www.unhcr.org) 

Tidak adanya kewarganegaraan atau keadaan tanpa kewarganegaraan, berarti tidak memiliki hak-hak mendasar seperti: hak mendapatkan perlindungan hukum,  hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan, bebas memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaannya, berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran. (www.mkri.co.id) Termasuk hak terhadap harta benda, hak membentuk keluarga dan keturunan, hak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang. (www.imparsial.org) orang-orang yang berstatus hukum abu-abu ini,  rentan menjadi korban pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM). Hal ini dapat membahayakan dan menghancurkan hidup mereka. 

Hingga saat ini muslim di India teracam jiwanya. Tak ada yang membela saat warga hindu menyerang dan membantai mereka. Tak ada yang menjamin mereka mendapat bantuan medis atau sekedar makanan dan pakaian. 

Diskriminasi yang dilakukan oleh India terhadap warga muslim berbanding terbalik dengan perlakuan negara islam terhadap nonmuslim. Sejak masa Rasulullah Saw, warga negara islam terdiri dari 2 kelompok. Kelompok pertama adalah muslim, kelompok kedua adalah nonmuslim disebut kafir dzimmiy (terdiri dari: nasrani, yahudi, majusi, penyembah berhala, dll). Rasulullah Saw memperlakukan mereka sama. Mereka mendapatkan hak dan pelayanan sebagai warga negara. Mendapat jaminan keamanan, kesehatan, pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan pokok lainnya. Mereka juga diberikan kebebasan untuk melaksanakan ibadah mereka. Boleh mendirikan rumah ibadah. Bahkan mereka dibuatkan pasar khusus yang menjual bahan makanan dan minuman yang diharamkan untuk kaum muslimin. (An-Nabhani, Struktur Daulah Islam) 

Pada mereka hanya diwajibkan membayar jizyah. Jizyah ini dibebankan kepada laki-laki nonmuslim yang mampu. Nonmuslim yang lansia, perempuan, dan anak-anak tidak wajib membayar jizyah. Pembayarannya hanya dilakukan 1 kalau dalam setahun. Sangat ringan. Betapa penganut agama lain juga dimuliakan oleh islam. 

Maka pantaslah mereka betah hidup di negara islam. Bahkan mereka rela berjuang saat perang salib melawan saudara mereka sendiri, demi mempertahankan negara islam. Bukti bahwa mereka benar-benar mencintai negara islam yang mengayomi mereka. 

Berdasarkan pemaparan di atas, masihkah kita mempertahankan sistem sekuler yang membuka peluang besar untuk membuat kaum muslimin menderita? 

أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما لقوم يوقنون
“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Surah al-Maidah [5]: 50).
Label: ,

Post a Comment

[blogger]

Author Name

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.