Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

TIGA KONSEKUENSI KOMENTAR KEPALA BPIP


Oleh: @ikhwanmokosisi

Kepala BPIP, Prof. Yudian berkomentar bahwa musuh terbesar Pancasila adalah agama. Sadar atau tak sadar, statement Rektor UIN Sunan Kalijaga ini memiliki banyak konsekuensi. Di antaranya:

Pertama, Jika benar agama adalah musuh Pancasila, maka BPIP adalah musuh Kementerian Agama. Padahal dalam sejarah, satu-satunya pihak yang memusuhi agama adalah komunis. Apakah Kepala BPIP seorang komunis?

Kedua, Jika Prof. Yudian punya agama, maka ia pun musuh Pancasila. Dalam pernyataannya, Kepala BPIP yang baru dilantik ini tidak menyebut agama apa yang dimaksud. Sehingga dapat diartikan bahwa apa pun agamanya merupakan musuh Pancasila. Secara tak langsung, ia telah menistakan semua agama.

Ketiga, Jika Kepala BPIP ini membenturkan Pancasila dan agama, maka secara otomatis, masyarakat yang beragama pasti lebih memilih agamanya. Khususnya umat Islam, jika harus memilih antara Islam dan Pancasila, tentu mereka akan memilih Islam. Sebab jaminan surga hanya ada dalam Islam, bukan Pancasila apalagi versi Prof. Yudian.

Inilah konsekuensi yang menanti di hadapan Kepala BPIP atas komentar yang ia lontarkan. Ingat Prof. ‘Mulutmu, Harimaumu'.[AR]

Bumi Allah, 
Rabu, 12 Februari 2020

Post a Comment for "TIGA KONSEKUENSI KOMENTAR KEPALA BPIP"