Sistem Sekuler Anggap Islam Sumber Masalah Bangsa?


Oleh : Titin Kartini

Beberapa hari yang lalu,  Umat Islam khususnya dihebohkan dengan pemberitaan dari media yang memuat sebuah pernyataan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. Berikut pernyataannya yang dilansir dari voa-islam.com

JAKARTA (voa-islam-com)- Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi tengah menjadi sorotan publik terkait pernyataannya soal agama adalah musuh terbesar Pancasila.

Yudian pun mengklarifikasi soal pernyataannya tersebut. Menurut Yudian penjelasannya yang dimaksud adalah bukan agama secara keseluruhan, tapi mereka yang mempertentangkan agama dengan Pancasila. Karena, menurutnya dari segi sumber dan tujuannya Pancasila itu religius atau agamis.

" Karena kelima sila itu dapat ditemukan dengan mudah di dalam kitab suci keenam agama yang telah diakui secara konstitusional oleh negara Republik Indonesia, " tegas Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta seperti dikutip dari republika.co.id, Rabu (12/2).

Maka dengan demikian, menurut Yudian, Pancasila adalah penopang. Untuk mewujudkannya dibutuhkan kesetian atau bahasa lainnya sekuler, tapi bukan sekularisme. Kemudian membutuhkan ruang waktu, pelaku, anggaran dan juga perencaan.

Kasih contoh kita mau mewujudkan persatuan Indonesia, maka kita cari siapa panitianya kapan tempatnya, anggarannya seperti apa, acaranya apa itu namanya urusan manusia dan manusia di sini berarti manusia Indonesia," terang Yudian.

Hanya saja, dalam hubungan ini kerap terjadi ketegangan-ketegangan. Ada kelompok-kelompok minoritas yang mengaku mayoritas dan mereka membenturkannya. Maka hal ini yang dimaksud Yudian, sebagai 'agama musuh Pancasila'.

"Kalau tidak pandai mengelola ini perilaku agama-agama ini akan menjadi musuh terbesar. Mengapa? Karena setiap orang beragama, maka agama siapa kan ketemunya Islam, Islam siapa yang begitu, itu yang saya maksud," tutur Yudian. https://www.voa-islam.com/read/politik-indonesia/2020/02/14/69799/merasa-pernyataannya-dikutip-tidak-utuh-yudian-berikan-penjelasan-agama-musuh-pancasila

Setelah penjelasan panjang lebar yang berbelit-belit dari sang ketua BPIP tersebut, kita pasti sudah bisa menyimpulkan bahwa agama yang dimaksud adalah agama Islam. Sungguh miris agama mayoritas di negeri ini disebut sebagai musuh Pancasila, namun yang sangat menyedihkan tak ada pembelaan sedikitpun dari penguasa untuk umat muslim, padahal penguasa negeri ini seorang muslim. Namun mereka malah membela sang ketua BPIP melalui para pejabatnya,seperti diberitakan oleh cnnindonesia.com berikut ini.

Jakarta, CNN Indonesia-- Kepala Staf Presiden Moeldoko membela pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang menyebut agama merupakan musuh Pancasila. Moeldoko meyakini Yudian tak bermaksud menyudutkan bahwa agama memang menjadi musuh Pancasila.

Moeldoko meminta semua pihak tak menyalahkan pernyataan Yudian. Ia meyakini Yudian menyampaikan pendapatnya dengan penuh pertimbangan dan pikiran yang jernih.

Moeldoko juga menanggapi santai saat disinggung pencopotan Yudian sebagai Kepala BPIP. Usulan ini sebelumnya disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menilai pemikiran Yudian bisa mengancam eksistensi negara.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Agama Fachrul Razi enggan berkomentar banyak terkait pernyataan Ketua BPIP terkait hal ini. Fachrul mengatakan Yudian yang baru saja dilantik pekan lalu ini telah mengklarifikasi pernyataannya.
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200213181001-20-474401/istana-bela-kepala-bpip-yudian-soal-agama-musuh-pancasila

Pernyataan-pernyataan menyakitkan dari para penguasa negeri ini, semakin hari semakin menyudutkan Islam. Memberikan pendapat mereka tanpa bertabayun terlebih dahulu, rezim sekuler semakin menumbuh suburkan pendapat kaum liberal dan memberikan panggung kepada mereka untuk mempengaruhi umat dengan pendapat-pendapat mereka yang nyeleneh dan menyakitkan terkhusus untuk umat muslim.

Setali tiga uang dengan berita di atas, kini juga ada berita yang mengabarkan bahwa seorang khatib/penceramah jum'at harus bersertifikat dengan standar tidak menimbulkan masalah kebangsaan. Dikutip dari Media Indonesia. Com berikut ini.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan khatib harus bersertifikat dan memiliki komitmen kebangsaan karena posisinya sebagai penceramah akan berpengaruh pada cara berfikir, bersikap, dan bertindak dari Islam.

Menurut Wapres Ma'ruf, khatib harus memiliki pemahaman agama Islam yang benar, baik dari segi pelafazan maupun pemaknaan terhadap ayat-ayat Al-Quran, sehingga ceramah yang disampaikan para khatib tidak disalahartikan oleh umat Islam.

Selain itu, khatib juga harus memiliki komitmen kebangsaan di tengah-tengah merebaknya ajaran-ajaran radikal di kalangan umat Islam. Wapres Ma'ruf menekankan ceramah agama yang disampaikan para khatib di setiap ibadah shalat Jum'at harus memuat nilai-nilai Pancasila dan prinsip NKRI.

"Dakwah kita harus dalam bingkai kebangsaan dan kenegaraan. Pancasila dan NKRI itu adalah kesepakatan. Oleh karena itu, kita tidak boleh membawa sistem lain selain NKRI, gaduh, saya terus terang saja misalnya Khilafah," katanya.

Wapres mengatakan sistem Khilafah yang menerapkan Islam sebagai ideologi bernegara, secara otomatis akan tertolak di Indonesia, karena negara Indonesia sudah menyepakati Pancasila sebagai ideologi bangsa.
https://mediaindonesia.com/read/detail/290144-wapres-khatib-harus-diseleksi-dan-bersertifikat

Islamophobia yang digembar-gemborkan para penguasa sekuler, sejatinya tidak akan mengubah pandangan umat muslim yang sudah semakin sadar akan perlakuan sewenang-wenang rezim terhadap umat, dan umat sudah semakin paham bahwa Islam mempunyai solusi atas semua persoalan kehidupan ini.

Sejak terbit fajar Islam, saat Baginda Rasulullah Saw diutus Islam telah menjadi musuh kekufuran. Cahaya Islam di Makkah sedari awal telah menjadi mimpi buruk Abu Lahab, Abu Jahal dan kafir Quraisy lainnya. Saat dakwah Islam mulai bersemi, kafir Quraisy sepakat untuk menentang, memusuhi dan memeranginya.

Mereka kemudian melakukan berbagai upaya untuk memadamkan cahaya Allah SWT, mulai dari tindakkan fisik berupa penganiayaan, propaganda negatif (di'awah) dari dalam dan luar Makkah, sampai tindakkan pemboikotan (muqata'ah) terhadap Rasul, keluarga dan para sahabat. Namun Allah tetap menjaga cahaya-Nya walau orang-orang kafir membenci dan memusuhinya (QS. ash-Shaff (37): 8).

Sepenggal kisah perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ telah memberikan gambaran yang jelas tentang  begitu dahsyatnya tantangan dakwah Islam yang menyeluruh/kaffah. Begitulah Islam akan terus diserang, hanya saja saat ini Islam diserang oleh kaum munafik,  sekuler dan liberal yang masih mengakui Islam sebagai agama mereka. Namun ironis mereka malah menjadi kaki tangan para kaum kafir yang ingin menghancurkan kebangkitan Islam melalui lisan-lisan dan kebijakan penguasa sekuler liberal dan kaum munafik.

Ideologi di dunia ini hanya ada tiga yaitu komunisme, kapitalisme dan Islam. Sistem komunisme memandang bahwa agama adalah candu yang berbahaya untuk masyarakat. Sedangkan sistem kapitalisme bahwa agama harus dipisahkan dari berbagai macam aturan kehidupan. Dalam pemikiran kedua ideologi ini memiliki kemiripan yaitu sama-sama menihilkan agama dan memusuhi agama (Islam).

Memang tidak semua pemikiran Islam menjadi musuh kapitalis dan komunis, hanya pemikiran Islam yang berkarakter ideologis yang dianggap ancaman.

Pemahaman Islam yang berakar, yang melahirkan pemikiran sistemiklah yang dikhawatirkan oleh kedua ideologi ini. Adapun Islam ritual, serpihan Islam yang hanya berfokus pada persoalan individu, ibadah ritual, talak, nikah, dan rujuk tidak akan dianggap ancaman. Diantara pemikiran-pemikiran Islam yang diangggap ancaman tersebut adalah pemikiran tentang aqidah, syariah, khilafah, dan jihad.

Akidah bagi seorang muslim adalah pemikiran asasi dalam kehidupan. Akidah Islam akan memberikan gambaran dasar dari mana kehidupan ini berasal, apa yang akan terjadi setelah kehidupan ini berakhir, sehingga aka jelas dan tegas bagi seorang muslim ketika menyikapi dan menjalani kehidupan ini.

Syariah adalah solusi praktis atas berbagai persoalan kehidupan, seperti persoalan ekonomi, politik dalam dan luar negeri, sosial kemasyarakatan, budaya, dan pendidikan yang bersumber dari Allah SWT.

Khilafah adalah sistem politik pemerintahan Islam. Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi muslim untuk merealisasikan syariah secara menyeluruh dan menjaga kemurnian aqidah Islam. Dengan hadirnya sistem khilafah di tengah-tengah kaum muslim, akan terwujud secara nyata syariah Islam dan akan terangkat selaksa persoalan umat. Khilafah juga akan mengemban ideologi Islam ke seluruh penjuru dunia.

Sedangkan jihad adalah metode fisik yang dimiliki kaum muslim untuk mempertahankan eksistensi Islam dan mengemban dakwah Islam. Jihad adalah perang secara fisik dengan motivasi ruhiah (hubungan dengan Allah SWT) yang tidak dimiliki oleh kapitalis maupun komunis.

Siapapun yang memiliki pemikiran cemerlang, bukan bukan antek asing, aseng maupun para kapital tidak akan menjadikan ideologi sebagai musuh. Justru sistem kapitalisme dengan asas sekularisme dan liberalisme maupun sistem komunisme sebagai ideologi yang mengancam dan sangat berbahaya untuk rakyat Indonesia.

Kapitalisme dengan asas sekularisme dan liberalismenya telah terbukti menghancurkan tatanan berbangsa dan bernegara serta memporak-porandakan disemua lini kehidupan baik politik, ekonomi, sosial budaya, kesehatan, pendidikan karena berdasarkan manfaat semata dan melarang agama khususnya Islam untuk ikut berperan dalam lini kehidupan.

Berbagai persoalan yang merusak negeri ini tak ada sedikitpun dikarenakan ideologi Islam.  Justru Islam menawarkan solusinya dengan menerapkan Syariah Islam untuk mengatur dan menyelesaikan semua problematika bangsa ini.

Mereka yang menuduh Islam sebagai ancaman dan musuh bangsa ini sejatinya untuk menutupi kebobrokan mereka yang menjadi kaki tangan dan antek-antek kaum kafir.

Menuduh Islam sebagai ancaman hakikatnya adalah menutupi hakikat kebenaran Islam sebagai rahmat. Ini tabiat orang kafir dengan memutarbalikkan kebenaran dan keburukkan. 

Allah SWT berfirman " Janganlah kalian mencampuradukkan yang haq dengan yang batil dan jangan pula kalian menyembunyikan yang haq itu, sedangkan kalian mengetahui" (QS al-Baqarah (2) : 42).

Wahai kaum muslim ideologi Islam bukan ancaman bagi negeri ini. Islam satu-satunya ideologi penebar rahmat dan kebaikan untuk dunia dan negeri ini. Alhasil kita harus segera membuang dan mencampakkan sistem kapitalis sekuler liberal dan menggantinya dengan sistem Islam untuk menyelamatkan dunia dan negeri ini tentu dalam naungan sebuah negara dan sistem yang berasal dari Sang Pencipta Allah SWT yaitu Daulah Khilafah.
Wallahu a'lam bi ash-shawab.

Grup Telegram WadahAspirasiMuslimah
Label: ,

Post a Comment

[blogger]

Author Name

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.