Alam Kapitalis: Era Disrupsi, Tenaga Kerja Dihabisi


Oleh: Sofia Ariyani, S.S (Aktivis Muslimah Serang)

Berkembangnya zaman berkembang pula teknologinya. Seperti halnya revolusi industri yang terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi. Saat ini dunia tengah memasuki era revolusi industri 4.0, dimana transformasi dari teknologi mesin, konektivitas, interaksi, manusia, dan sumber daya lainnyanya mengovergen menjadi digitalisasi-komputasi, munculnya sistem siber-fisik, internet untuk segala (Internet of Things), komputasi awan, komputasi kognitif, dan kecerdasan buatan. Hal tersebut yang kini menghasilkan "pabrik pintar" pada dunia industri. Itu mengapa era RI 4.0 mendisrupsi industri pada keseluruhan sistem produksi, manajemen, dan tata kelola yang akhirnya tenaga manusia tidak lagi diperlukan. 

Dampak revolusi industri 4.0 ini berimbas pada pengurangan tenaga kerja di sejumlah industri. Dilansir oleh mediaindonesia.com, Indosat Tbk mengakui telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 677 karyawannya pada Jumat (14/2). Perusahaan menyebut PHK tersebut merupakan langkah dari upaya transformasi perusahaan untuk bertahan di era disrupsi. Director & Chief of Human Resources Indosat, Irsyad Sahroni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi terlebih dahulu kepada karyawan yang terdampak.

"Per tanggal 14/02 kemarin, dari 677 karyawan yang terdampak, lebih dari 80% telah setuju menerima paket kompensasi ini," kata dia melalui keterangan resmi Sabtu (15/2). Menurut Irsyad keputusan tersebut dilakukan secara fair dan transparan. Kompensasi yang diberikan pun jauh lebih baik dari pada yang ditentukan dalam undang-undang. Selain itu, Indosat juga juga menjalin kerja sama dengan mitra Managed Service untuk memberi kesempatan bagi karyawan terdampak agar tetap dapat bekerja di mitra perusahaan. (MediaIndonesia.com, 15/02/2020)

Dan dilansir oleh kumparan.com, Platform iklan baris OLX Indonesia jadi perhatian netizen Twitter pada hari Selasa, 4 Februari 2020. Startup yang berdiri sejak 2005 ini sedang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah pegawainya.

Masalah PHK oleh OLX Indonesia kali pertama disebut oleh pengguna Twitter Amelia Damayanti, dengan nama akun @ameliadmy. Dia mengatakan ada startup di Indonesia yang melakukan PHK terhadap 127 karyawannya.

"Mau curcol aja deh, hari ini ada sekitar 127 orang yang dipecat dari salah satu perusahaan e-commerce di Indonesia. Aku salah satunya :) yok yok cari kerja lagi yokk," cuitnya untuk akun @hrdbacot. (Kumparan.com, 05/02/2020)

Jutaan orang yang jobless akan berhadapan dengan jutaan lulusan dari sekolah menengah atas/kejuruan ataupun universitas. Belum lagi mereka dihadapkan dengan biaya hidup yang melangit. Revolusi Industri 4.0 hanya akan menyisakan krisis multi-dimensi, dimana RI 4.0 tidak mengindahkan kemuliaan manusia dengan segala potensinya. Justru menyengsarakan manusia. Gelombang PHK besar-besaran yang melanda dunia hanya akan membuat jurang kemiskinan yang semakin menganga.

Era RI 4.0 menjadi pintu era disrupsi. Semuanya terefisiensi, akan tetapi menghilangkan naluri. Akan seperti apa dunia jika manusia tergantikan dengan robot-robot pintar?

Selayaknya negara dapat mengantisipasi akan adanya gelombang PHK yang disebabkan tren digitalisasi dan otomatisasi ini. Bukan justru terbawa arus revolusi industri yang memihak kepada pengusaha. Akhirnya lagi-lagi rakyat menjadi korban rezim yang latah mengadopsi tren globalisasi tanpa menelisik kembali dampak yang ditimbulkan.

Sistem kapitalismelah yang menjadi induk semang dari era disrupsi ini. Dimana sistem ekonomi kapitalisme berorientasi pada keuntungan semata. Akibat pasar global pula yang menambah lebar pintu masuk era disrupsi. Belum lagi pengusaha dan tenaga kerja dihadapi persoalan pengupahan, maka efisiensi tenaga kerja menjadi solusi.

Islam dan khilafah justru akan menyinergikan antara kemajuan teknologi dengan sumber daya manusia. Jadi, kemajuan teknologi tidak akan menghabisi tenaga kerja. Justru potensi manusia akan diko

laborasi dengan teknologi untuk kemajuan negara. Islam yang menjadikan ilmu sebagai penunjang kehidupan, bukan dijadikan komoditas sebagaimana yang terjadi hari ini. Oleh karena itu, negara akan memfasilitasi riset dan paska riset dalam perkembangan ilmu dalam rangka menyejahterakan umat. Dan era disrupsi hanya akan membantu dan memudahkan pekerjaan manusia, tanpa menggantikan posisi manusia ke robot-robot pintar.

Dengan demikian, majunya teknologi tidak akan mengenyahkan manusia justru akan bersinergi demi kemajuan negara. Karena Allah Swt menciptakan manusia sebagai makhluk yang mulia. Sebagaimana firman-Nya:

"Dan sungguh, Kami telah Memuliakan anak cucu Adam, dan Kami Angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami Beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami Lebihkan mereka di atas yang menghasilkan yang Kami Ciptakan dengan yang yang sempurna." (Qs. Al -Isra: 70)

Wallahu a'lam bishshawab

Sumber t.me/MuslimahBantenIdeologis
Sumber foto inilahcom

Post a Comment

[disqus][facebook][blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.