World War 3 Tak Semudah Bermain Online Game


Oleh : Abu Mush'ab Al Fatih Bala
(Pemerhati Politik Asal NTT)

Pada tanggal 3 Januari 2020, setelah tewasnya Jenderal Soleimani dunia maya dipenuhi dengan opini World War 3 (Perang Dunia ke 3). AS mewakili blok Barat dan Iran mewakili blok Timur. Tetapi enam hari setelahnya, pada tanggal 9 Januari 2020, Trumph berpidato tidak ada warga AS yang terluka atas serangan roket Iran di Irak.

AS tidak akan melakukan serangan balasan karena pertimbangan efek militer dan ekonomi. AS yakin Iran tak akan menyerang balik. AS yakin menghadapi Iran cukup dengan sangsi ekonomi.

Ternyata memang benar memainkan Perang Dunia itu tak segampang bermain online game (tata bahasa Inggris, di Indonesia: Game Online). Dimana terbunuhnya seorang Jenderal Besar sebagai awal cerita perang antar negara. Dimana misi pasukan adalah menyerang markas-markas militer dan menghabisi pasukannya. 

Ini bukan kisah negara api menyerang negara air. Dimana kekuatan militer penuh digerakkan untuk menduduki dan membumihanguskan tempat-tempat strategis dalam wilayah musuh.

Syarat untuk terwujudnya sebuah Perang Dunia sangatlah berat. Pertama, harus memikirkan efek ekonomi bagi negara yang berperang dan negara-negara lain di dunia. AS sekarang kesulitan dalam perkara dana, pasalnya biaya pendudukan AS di Irak, Afganistan dan Suriah sangat mahal. Untuk membiayai persenjataan militer dan tunjungan tentara. Dewan AS tak akan menyetujui perang baru karena membebani APBN negara.

Iran juga tidak mungkin menjadi negara adidaya melawan AS karena kecilnya negara tersebut, jumlah tentara aktif cuman 300an ribu. Iran telah lama diboikot ekonominya oleh AS jauh sebelum konflik. Walaupun diklaim memiliki senjata nuklir namun belum tampak di permukaan. Berbeda dengan Korut yang pernah uji coba rudal nuklirnya.

Yang kedua, masalah koalisi, terjadinya Perang Dunia ketika beberapa negara berkoalisi dengan AS. Harusnya begitu juga dengan Iran. Sayangnya tak ada satu pun negara di Teluk maupun dunia yang menjadi koalisi Iran. Sebenarnya tak perlu koalisi, AS mampu menyerbu Iran sendirian kalau tidak memperkirakan dana militer. 

Bedakan dengan Perang Dunia I dan II. Untuk memulai PD harus berkoalisi dengan negara-negara besar. Uni Soviet misalnya berkoalisi dengan Amerika Serikat dan Inggris sedangkan kubu lainnya Jerman berkoalisi dengan Khilafah Ustmani dan Jepang. 

Dan serangan AS ke Iran sebenarnya penuh kejanggalan. Mengapa AS menghentikan perangnya ke Iran, sedangkan AS tahu Iran negara teroris. Ada jaringan besar teroris yang dibangun Soleimani di Iran yang mengancam AS dan sekutunya Israel? Bandingkan dengan Perang Irak, AS atas dasar kecurigaan adanya Osama Bin Laden dan Senjata Pemusnah Massal (Mass Destruction Weapons) di Irak, AS membumihanguskan negara tersebut.

Pada zaman sekarang tidak terbukti bahwa Irak memiliki Senjata Pemusnah Massal (MDW) dan Osama Bin Laden terbukti bukan pimpinan Al Qaedah. AS kemudian meminta maaf karena salah tujuan setelah menghancurkan berbagai fasilitas umum di Irak seperti Apartemen rakyat, Rumah Sakit, PDAM, Palang Merah dan lain-lain.

Perang dengan Irak pun tidak menyulut Perang Dunia ketiga. Oleh karena itu banyak pihak menanyakan mengapa AS tiba-tiba  menghentikan perang AS Iran. Apakah karena ingin terpilih kembali pada pilpres AS tahun 2020.

Atau hanya untuk pengalihan isu pemakzulannya? Atau untuk mendapatkan simpati rakyat agar bisa menyaingi Joe Bidden di Pilpres. 

Banyak warga AS malah mengutuk serangan ke Iran. Begitu juga NATO. Sehingga tindakan AS ke Iran hanyalah sandiwara zaman now yang kontraproduktif. Apalagi bila Iran ternyata tidak menyerang markas AS di Irak untuk mengusir tentara AS.

Iran dikendalikan AS untuk menyerbu Irak. Agar beban militer AS di Irak di berkurang. Agar Irak dan negara-negara Arab lainnya takut kepada Iran yang merupakan negara Syiah sesat 12 Imam.

Masyarakat dunia hendaknya tidak tertipu dengan makar AS yang sesat. Karena AS pembuat opini sejati. Ingat kasus bom WTC dan Pentagon 911 yang penuh rekayasa intelijen AS itu? Sebagai alasan AS menyerang Irak, Afganistan dan Suriah. Kini serangan AS ke Iran bisa jadi justifikasi serangan militer AS ke negara-negara teluk. Umat harus waspada.[]

Bumi Allah, 10 Januari 2020

#AkademiMenulisKreatif
#AMK6
#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Perang Iran Amerika

Label: ,

Post a Comment

[blogger][facebook][disqus]

Author Name

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.