NASJO INGIN MENERAPKAN HUKUM ALLAH SWT DI NEGERI INI

[Sebuah Pemikiran, Bukan Pemaksaan]

Oleh : Nasrudin Joha 

Negeri ini adalah bagian dari bumi Allah SWT, jadi tak ada alasan dan pengecualian negeri ini boleh tidak diatur oleh hukum Allah SWT. Kenapa hukum Allah SWT yang wajib diterapkan ? Karena bumi termasuk negeri ini ciptaan Allah SWT.

Alam semesta, manusia dan kehidupan adalah cipataan Allah SWT, maka Allah SWT yang lebih berhak memerintah dan melarang dengan hukum-Nya, bukan tunduk pada perintah dan larangan menusia. Allah SWT yang menciptakan maka Allah SWT yang paling tahu hukum apa yang terbaik bagi manusia.

Selanjutnya, saya ingin memberi penjelasan kepada Anda yang non muslim (Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Konghucu, dll). Meskipun hukum Allah SWT yakni syariah Islam yang diterapkan bukan berarti Anda dipaksa masuk agama Islam.

Anda tetap diberi kebebasan beragama non Islam dan beribadah menurut cara agama yang Anda yakini. Negara Islam yakni khilafah, akan menunaikan kewajiban melayani Anda, memenuhi hajat kemaslahatan hidup Anda dan komunitas Anda.

Dalam urusan ibadah, makan, minuman, pakaian dan pernikahan Anda bebas menerapkan norma agama Anda. Sementara untuk urusan politik, hukum pidana, perdata umum, kebijakan umum, pengelolaan ekonomi dan SDA, hukum persanksian (uqubat), Anda wajib tunduk pada hukum Islam yang diadopsi resmi oleh negara.

Kenapa demikian ? Karena agama Anda tak memiliki norma aturan tentang itu. Dan karena, hukum Allah SWT yang bersifat publik memang berlaku didalam negara secara umum, baik muslim maupun non muslim.

Anda tetap diberi kesempatan untuk berinteraksi dan memberi saran untuk negara. Dalam urusan kemaslahatan hidup Anda, layanan negara kepada Anda, Anda diberi hak untuk menjadi anggota Majelis Umat (mirip DPR saat ini), sebatas untuk mengajukan komplain dan kritik kepada Khalifah.

Jadi, harmoni masyarakat Daulah khilafah baik untuk muslim maupun non muslim terjaga. Darah Anda kami jaga, harga diri dan kehormatan Anda kami jaga. Siapapun warga negara Islam yang membunuh Anda tanpa alasan yang hak, akan di Qisos dengan dibalas bunuh.

Siapapun warga negara Islam yang mencuri harta Anda, akan kami potong tangannya. Itu semua kami lakukan dalam rangka menjaga harga diri dan kehormatan serta jiwa Anda.

Selanjutnya saya mau berbicara kepada Anda yang muslim, yang beriman kepada Allah SWT dan bersaksi bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah utusan-Nya. Apa alasan Anda menolak hukum Allah SWT ? Menolak syariah Islam ?

Apakah Anda lebih hebat dari Allah SWT sehingga menolak diatur dengan hukum Allah SWT  dan membuat hukum sendiri ? Apakah hukum jahiliyah yang saat ini diterapkan lebih Anda pilih ketimbang hukum Allah SWT ?

Anda mengaku Islam tapi kenapa Anda menentang syariat Islam ? Jika kelak Anda mati dan menghadap Allah SWT, apa yang akan Anda jadikan hujjah karena berani menentang hukum Allah SWT ?

Bagi Anda yang menginginkan Islam tapi masih mengambil jalan demokrasi. Belum puas Anda ditipu oleh demokrasi ? Anda ingin menipu umat, menipu Allah SWT atau menipu diri sendiri ?

Anda ini ingin hukum Islam yang berkuasa atau Anda hanya ingin menumpang Islam untuk berkuasa ? Anda ini sedang memperjuangkan Islam atau numpang meniti karier politik melalui Islam ?

Masih ada waktu untuk berbenah, meluruskan niat dan membenarkan amalan. Segera, tinggalkan jalan sesat demokrasi

Bagi Anda, yang menginginkan hukum Allah SWT seperti saya, kenapa Anda masih menutup diri ? Bukankah sudah waktunya kita menceburkan diri dalam pergumulan politik yang ada ?

Bukankah saatnya kita berdakwah terbuka, terus terang, apa adanya, dan mengabaikan celaan orang-orang yang suka mencela. Bukankah sekaranglah waktunya, kita mendampingi umat untuk kembali kepada hukum Allah SWT dengan menegakkan Daulah khilafah ?

Jangan mengarang takdir sendiri, jangan membuat narasi hidup akan berujung pada terali besi atau kematian karena mengemban dakwah Islam. Takdir kita telah ditulis di Lauhul Mahfudz. 

Keberanian tak akan mengantarkan pada kebinasaan, sebagaimana ketakutan tidak akan bisa menyelamatkan dari musibah dan bencana. Dahulu, para sahabat sangat iman kepada takdir. Karena iman yang kokoh itulah mereka berlomba menceburkan diri ke Medan Jihad.

Sebab mereka paham, kematian bukan karena jihad tapi sampainya ajal. Khalid bin Walid ratusan kali berjihad, tetapi ajalnya menjemput justru bukan di Medan Jihad.

Lantas apalagi yang kalian takuti ? Apalagi hanya rezim ringkih yang dipimpin Jokowi. Rezim ini tak akan dapat sedikitpun menyentuh kulit Anda, memberi kemafsadatan kepada Anda, tanpa izin Allah SWT.

Sementara jika Anda menolong agama Allah SWT, niscaya Anda akan ditolong Allah SWT. Anda akan menjadi wali Allah SWT, dimana Allah SWT akan menjaga Anda dari segala musibah dan marabahaya. [].

Politik Islam

Label: ,

Post a Comment

[blogger]

Author Name

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.