LGBT Meracuni Dan Merusak Ekosistem


Oleh : Abu Mush'ab Al Fatih Bala(Pemerhati Politik Asal NTT)

LGBT sangat meresahkan masyarakat. Pada tanggal 20 Januari 2020, "Ketua Ikatan Gay Tulungagung Ditangkap Usai Cabuli 11 Anak" telah menjadi berita nasional. Pria bernama Mami Hasan (MH) melecehkan korbannya dengan iming-iming Rp.150-250 ribu per hubungan intim.

Tindakan bejat ini dilakukan juga oleh seorang pria yang telah diringkus Polsek Pademangan. Pria bernama Heri Setiawan (HS) ini diduga melakukan pencabulan terhadap anak laki-laki di bawah umur selama 10 tahun. Pelaku memulai tindakannya sejak ia berusia 9 hingga 19 tahun. 

Tindak kejahatan LGBT sudah tidak bisa ditolelir meskipun pernah ada wacana dari beberapa tokoh yang ingin membela kelainan seksual LGBT. Misalnya ada tokoh yang menginginkan pernikahan sesama jenis atau homoseksual bisa legal di Indonesia.

Yang penting pasangan suami istri berjenis kelamin sama ini bisa saling mengayomi. Yang penting tujuan utama pernikahan tercapai yaitu terbentuknya keluarga yang Samarah (Sakinah, Mawaddah wa Rahmah). LGBT bertumbuh subur dan kasus kriminalnya bertambah banyak meskipun pernikahan di kalangan mereka belum disahkan oleh negara. Seorang pejabat negara yang lain malah menginginkan masyarakat memahami kaum LGBT sebagai kaum yang harus dilindungi karena keminoritasannya.

Jika melihat rekam jejak perjalanan LGBT, kelainan seksual ini telah menjadi "kanker ganas" yang merusak  ekosistem di Indonesia bahkan dunia. Kalau kanker hanya merusak diri pasiennya, LGBT merusak sistem kekebalan dan memberikan dampak sosial dan psikologis yang buruk terhadap masyarakat. 

Hubungan sejenis LGBT dalam sejarah manusia tidak pernah menghasilkan anak keturunan. Malah mengancam rantai generasi ketika manusia memilih berhubungan atau menikah dengan sesama jenis

Tercatat di Indonesia penyebaran HIV Aids bermula pada tahun 1987 yang dipelopori oleh kelompok homoseksual. Penelitian juga menyatakan sebanyak 43 persen orang gay melakukan hubungan seks dengan 500 orang, 28 persen dengan 1.000 orang; 79 persen dengan pasangan tak dikenal dan 70 persen hanya kencan satu malam atau beberapa menit saja. Penyakit ini kemudian melebar ke  pasangan heteroseksual yang berzina. 

Bukan saja di bidang kesehatan, catatan kriminal pelaku LGBT dulu pernah viral misalnya Rian Jombang dan Babeh yang memutilasi banyak laki-laki. Bahkan pemuda bernama Reynhard Sinaga (RS) membusukan nama Indonesia di dunia internasional. RS memecah rekor dengan meniduri 190 an pria di Inggris. Kini telah mendapatkan vonis hukuman seumur hidup. Di Amerika kaum homoseksual menyebabkan 33 persen pelecehan seksual pada anak-anak padahal populasi kaum ini hanya 2 persen dari keseluruhan penduduk negara itu. 

Jika ini terus terjadi ekosistem manusia akan punah bukan saja karena virus dan tindakan kriminal, LGBT juga meninggalkan efek psikologis. Banyak anak yang diperkosa oleh pelaku homoseksual trauma ketika dewasa dan menjadi pelaku homoseksual.

Apalagi ketika dilegalkan di banyak negara seperti di Eropa. Efek film, pernikahan dan hubungan sejenis yang dipertontonkan di sana telah meningkatkan jumlah orang yang beralih dari heteroseksual menjadi homoseksual seperti penelitian di atas.

Dalam Islam, kegiatan LGBT atau Homoseksual dilarang sebagai kelainan seksual dan tindakan kriminal. Pelakunya harus dihukum rajam agar menimbulkan efek jera dan mencegah penyakit sosial ini berkembang di masyarakat. Al Qur'an pun menjelaskan dampak satu kota berhomoseksual menyebabkan kotanya dibalik dan dihujani batu dari neraka. Arkeolog modern menemukan kota yang hilang (the lost city) di Timur Tengah terkubur dalam keadaan terbalik. Pondasinya di bagian atas dan atap bangunan di bagian bawah sedangkan perkakas rumah dan kaum homoseksual ditemukan telah membatu menjadi fosil.

Islam pun menyediakan solusi untuk mencegah kejahatan LGBT selain memberikan sangsi hukum. Tindakan preventifnya yaitu menundukan pandangan; berpakaian yang menutup aurat; memperbanyak puasa sunnah.

Memisahkan tempat tidur anak ketika ketika sudah berumur 10 tahun; menghindari perilaku wanita menyerupai pria dan sebaliknya. Sikap tomboy wanita dan lemah gemulai seorang pria dilarang dalam Islam. Memilih teman pergaulan dan menghindari pergaulan bebas. Mewujudkan keluarga harmonis yang penuh ketenangan dan diliputi kasih sayang. Rajin dalam beribadah terutama shalat dan membaca Al-Quran. 

Itulah kegiatan yang bisa diamalkan di tengah masyarakat. Selain itu, perlu adanya dukungan dari negara berupa kebijakan politik mengedukasi masyarakat dengan pendidikan Islam yang kuat dan menetapkan regulasi dan hukuman yang tegas bagi pelaku LGBT agar masyarakat selamat.

Bumi Allah SWT, 23 Januari 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Awas wabah LGBT

Label: ,

Post a Comment

[blogger]

Author Name

loading...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.