Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PERTARUNGAN IDEOLOGI DIBALIK DERITA MUSLIM UIGHUR


Oleh : Ahmad Sakhroni

Pada 2013 China meluncurkan proyek OBOR (One Belt One Road) atau yang kini telah direvisi menjadi proyek Belt Road Initiative (BRI). One Belt One Road merupakan Jalur Sutra abad 21 yang mengangkat visi globalisasi ala China. Jalur Sutra Cina ini akan mencakup wilayah darat dan maritim. Untuk mewujudkan proyek tersebut, dengan kekuatan ekonominya China mulai menancapkan pengaruh-pengaruhnya di Negara-negara dunia ke tiga.

menurut lembaga think tank American Enterprise Institute, Investasi China di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara dari 2005 hingga tahun 2018 telah berjumlah AU$ 144,8 miliar, Sementara di Malaysia dan Indonesia, jumlahnya AU$ 121,6 miliar dibandingkan periode yang sama, seperti dikutip dari ABC.net.au.

Dominasi Ekonomi China terhadap Negeri-Negeri Muslim menjadikan kekhawatiran amerika dan sekutu-sekutunya, karena hal ini akan menyebabkan hilangnya pengaruh amerika, baik secara ekonomi maupun politik.

Investasi tersebut sudah pasti akan mempengaruhi kebijakan politik suatu Negara. Turki misalnya, Sampai beberapa tahun silam mendukung perjuangan etnis Uighur. Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan bahkan menyebut kebijakan Cina di Xinjiang sebagai "genosida" pada tahun 2009. Dia juga lama mendukung gerakan separatisme dan menampung pelarian dari Xinjiang. Para pemimpin Uighur itu tidak hanya mendapat suaka, tetapi juga dibebaskan untuk melakukan aktivitas politik.

Tapi sikap Ankara sudah berubah. Pada 2017 silam menteri luar negeri Turki mengumumkan kebijakan keras terhadap warga Uighur yang hidup di pengasingan. Demonstrasi dan aksi politik minoritas Uighur di Turki saat ini tidak lagi diizinkan. Beberapa bahkan ditangkap. Erdogan pada lawatannya musim panas 2019 lalu bahkan memuji kebijakan minoritas pemerintah Cina.

Indonesia yang dihuni Muslim terbesar pun sama saja, diamnya jokowi terhadap muslim Uighur salah satu indikasi adanya pengaruh investasi China dinegeri ini. Menurut Pakar kebijakan China Michael Clarke, dari Australian National University (ANU), mengatakan kepada ABC, kekuatan ekonomi China dan takut mendapat balasan, diduga menjadi faktor besar dalam diamnya negara berpenduduk mayoritas Islam untuk menyikapi isu Uighur. Selain itu, ada pula faktor pertimbangan politik, ekonomi dan kebijakan luar negeri.

Maka, Untuk memicu pergolakan, diangkatlah isu Uighur oleh kapitalis barat sehingga terjadi presure politik dari umat Islam, dan tentu saja hal ini mengakibatkan pengaruh dan investasi (baca : penjajahan) china terganggu. Artikel wall Street Jurnal hanyalah salah satu pemicu agar terjadinya pergolakan tersebut. Muhammadiyah sebagai Ormas Islam ke dua terbesar di Indonesia secara langsung menekan pemerintahan Indonesia agar memutuskan hubungan diplomatik dengan china.

Begitulah umat Islam diombang-ambing oleh para kapitalis. Pada dasarnya China maupun amerika sama saja, mereka adalah Negara-negara penjajah Negeri-negeri islam.
Inilah realita umat Islam, bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya, bagaikan hidangan yang dijadikan bancakan, bagaikan buih dilautan.

Induk tersebut tidak lain adalah Khilafah, yang dengannya umat berlindung.

“[Imam/Khalifah itu tak lain] laksana perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng.” [Hr. Bukhari dan Muslim]

Pembelaan amerika beserta sekutu-sekutunya terhadap muslim Uighur hendaknya tidak menyilaukan Umat Islam, karena motif pembelaan mereka tersebut semata-mata berdasarkan kepentingan mereka sendiri, derita muslim Uighur hanyalah salah satu dari derita-derita umat Islam diberbagai negeri akibat dari kejahatan kapitalis dan komunis.

Umat Islam hendaknya tidak condong ke Ideologi Kapitalis maupun Ideologi komunis, Umat ini harus tegak berdiri di atas Ideologi Islam. Ideologi ini tidak akan eksis dikancah dunia kecuali di adopsi oleh institusi negara. Inilah agenda Umat Islam yang sesungguhnya, yaitu Menegakan Khilafah yang akan menerapkan syariah Islam secara kaffah, khilafah inilah yang mampu melibas dominasi Negara Kapitalis dan Komunis dinegeri-negeri Islam.[]

Post a Comment for "PERTARUNGAN IDEOLOGI DIBALIK DERITA MUSLIM UIGHUR"