Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KRITIK PANCASILA DAN RADIKAL ROCKY GERUNG : KONSTITUSI DAN PANCASILA, 'IDEOLOGI' GAGAL, BISA DIUBAH


Oleh : Maulana Jati

Akhir-akhir ini beberapa tokoh mempertanyakan dan mengkritik pancasila, sebelumnya Sujewo Tedjo mengatakan bahwa pancasila tidak ada. Tedjo mengkritik keberadaan pancasila yang hanya ada dalam tulisan dan simbol garudanya, namun realitasnya dalam kehidupan, pancasila sama sekali tidak ada.

Tedjo menyatakan : "Pancasila itu ada nggak sih? Bagi saya sekarang, Pancasila itu nggak ada."

Bahkan sebelumnya, Tedjo juga menulis puisi yang berjudul 'Mari Kita tak hafal Pancasila' pada tahun 2016. Puisi ini ramai kembali satu tahun kemudian, ketika Jokowi menetapkan 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila. 

Tidak hanya Tedjo, Surya Paloh seorang Ketua Umum Partai Nasdem, secara halus mepertanyakan keberadaan pancasila dalam ranah kehidupan bernegara. Paloh menyebut bahwa negara ini menganut sistem kapitalis liberal meskipun malu-malu untuk mengakuinya. Dengan yakin, Paloh berkata : 

“Ngomong Pancasila, mana itu Pancasila. Tanpa kita sadari juga, kalau ini memang kita masuk dalam tahapan apa yang dikategorikan negara kapitalis,”

Paloh berpendapat bahwa praktek dalam kehidupan sehari-hari yang berlaku adalah money is power, bukan akhlak, bukan kepribadian, bukan attitude, bukan juga ilmu pengetahuan. Above all, money is power. Ini merupakan ciri dari ideologi kapitalisme liberal.

Jusuf Kalla juga malu-malu mengkritik pancasila, saat membuka Kongres Pancasila ke-XI di UGM. JK menyatakan, bingung apa yang dikongreskan, apa yang dianalisa, padahal cuma lima sila saja. Pancasila semakin banyak dibahas semakin tidak dipahami.

"Makin dibahas Pancasila, semakin diurai, semakin dibukukan, makin bingung kita ini," kata JK.

Kritikan terhadap pancasila, juga dilakukan oleh seniman Harry Roesli yang perlu kita perhatikan. Harry merupakn cucu dari seorang pujangga penulis roman Siti Nurbaya, yang menjadi masterpiece sepanjang zaman, Marah Roesli. Pada 1998, Harry sempat membuat sebuah kritikan politik dengan musik. Harry menyanyi, memelesetkan satu lagu wajib nasional, Lagu Garuda Pancasila. Berikut Lirik yang diubah oleh beliau :

“Garuda Pancasila... Aku lelah mendukungmu... Sejak proklamasi selalu berkorban untukmu... Pancasila dasarnya apa?... Rakyat adil makmurnya kapan?... Pribadi bangsaku tidak maju-maju... Tidak maju-maju...”

Kritikan atas pancasila paling terbaru tentunya dilakukan oleh Rocky Gerung. Ada beberapa poin yang beliau kritik terhadap konsep pancasila dan konstitusi di Indonesia baik ketika di ILC atau pada wawancara dengan media lain. 

Pertama, pancasila itu tidak masuk akal jadi ideologi negara. Rocky mengatakan bahwa pancasila itu bukan ideologi karena ideologi itu harus utuh dan enggak boleh bertentangan satu sama lain. 

Kedua, Rocky menolak pancasila sebagai 'ideologi' final. Rocky menganggap pancasila sebagai kesepakatan kebudayaan supaya jadi living ideas sehingga bisa survive kalau diambangkan. Kalau dimaterialkan atau dibekukan sebagai ideologi, kata Rocky, dia akan berhenti. Kreasi bangsa indonesia terhadap dirinya akan berhenti begitu Pancasila dianggap sudah final. Pancasila tidak akan pernah final dan harus dianggap seperti itu.

Ketiga, sila pada pancasila sekarang diartikan sila-hkan. Ketika ada pembangunan ekonomi dan investasi yang justru merusak lingkungan, pemerintah akan terus men-sila-hkan aktifitas tersebut demi sebatang pundi ekonomi walaupun menyalahi peraturan amdal. Padahal melanggar amdal artinya tidak pancasilais.

Keempat, Pancasila bisa diubah seperti konstitusi negara yang juga bisa diubah sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar. Dan peluang untuk mengubah itu ada. Ketika orang menganggap tidak maksimal dengan Pancasila yang sekarang ada, maka bisa membuat 'Pancasila Plus'.

Kelima, pancasila dasarnya atau tadinya adalah Piagam Jakarta yang didalamnya ada penerapan Syariat bagi pemeluknya. Lengkapnya pada sila satunya adalah 'Ketoehanan, dengan kewajiban mendjalankan Sjariat Islam bagi pemeloek-pemeloeknja.'

Keenam, Pancasila 'Ideologi' gagal, bertentangan setiap sila-silanya. Bagi Rocky sila pertama dan sila kedua pada pancasila sudah bertentangan. Ketuhanan yang Maha Esa artinya, 'hadapkan wajahmu ke langit'. Dari sanalah sumber kebaikan. Lalu pada sila kedua berbuat baik itu enggak perlu 'menghadap langit' yang dinamakan humanisme. Humanisme itu adalah kritik terhadap teokrasi. Sila pertama sebenarnya teokrasi. 

Ketujuh, Presiden tidak paham pancasila. Rocky mengatakan kalau Presiden Jokowi tidak pancasilais dan tidak paham tentang pancasila. Jika Jokowi paham harusnya dia tidak menaikan tarif BPJS dalam keadaan kesulitan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Kalau dia paham, dia enggak berhutang, dan kalau dia paham, dia gak langgar undang-undang lingkungan

Dari Pandangan-pandangan di atas kita bisa belajar, bahwa kritik atas pancasila bukan sesuatu yang tabu. Pancasila bukan sebuah agama yang sakral, tidak boleh diganggu gugat. Pandangan untuk merubah dan menambah pancasila juga dibolehkan jika memang rakyat menghendaki dan sesuai konstitusi, apalagi jika perubahannya ada pada ranah menafsirkan pandangan pancasila atas suatu perkara.

Kritikan apapun yang dilayangkan oleh tokoh-tokoh diatas membentuk cara pandang kita terhadap pancasila dan konstitusi negara secara umum. Pancasila tidak boleh menjadi konsep yang stagnan, apalagi jika disesuaikan dengan kehendak kekuasaan. Pancasila bisa berubah dan cara pandangnya bisa diarahkan kepada konsep manapun, apalagi konsep Islam karena dasar dari pancasila adalah piagam jakarta yang jelas ada penerapan Syariat Islam di dalamnya.

Sehingga jika rezim membenturkan Syariat Islam dengan pancasila, bahkan menuduh salah satu Ajaran Syariat Islam dalam berpolitik yaitu sistem pemerintahan Islam, Khilafah, dengan radikalisme, merupakan ketidakpahaman rezim tentang pancasila.

Jadi ketika umat Islam menginginkan penegakkan Syariah dan Khilafah dengan cara damai, dilakukan tidak melanggar konstitusi berkumpul mengeluarkan pendapat dan sesuai kehendak rakyat maka tidak boleh ada pelarangan terdapat perjuangannya, apalagi perjuangan dan dakwah yang berupa ide dan opini. []

Post a Comment for "KRITIK PANCASILA DAN RADIKAL ROCKY GERUNG : KONSTITUSI DAN PANCASILA, 'IDEOLOGI' GAGAL, BISA DIUBAH"