Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Analisa Politik Antara Xi Jinping dan Narendra Modi


Kedua pemimpin ini sekarang tengah jadi sorotan dunia internasional.

Xi Jinping disorot soal Muslim Uighur, sedang Narendra Modi soal UU Kewarganegaraan diskriminasi Islam. 
Kebijakan kedua pemimpin ini dikecam. 

Bedanya, Modi akan mendapatkan perlawanan sengit dari rival politiknya, dan Xi Jinping secara teknis tidak memiliki permasalahan yang berarti.

India dan Cina jelas beda.
India adalah negara berkembang, sementara Cina adalah negara maju yg hampir setara dengan AS juga Rusia.

Oleh karena Cina negara maju dan mandiri serta memiliki kemampuan menghadapi gejolak politik dalam negri yang sdh teruji, jdi masalah Uighur bukan sesuatu yang berat.

Kita harus realistis.
Cina tidak gampang ditekan dunia internasional, soal Uighur sekalipun.
Bahkan Cina bisa membalikan keadaan jika ada negara-negara yang mengusik kebijakanya.

Cina dapat  menghentikan atau boikot kerja sama dengan negara tsb. Itulah mengapa, hampir tak terdengar dunia internasional protes soal muslim Uighur.

Jangankan soal Uighur, soal Tibet, Taiwan juga Hongkong tak selangkahpun Cina mundur mengurungkan kebijakannya meskipun Taiwan memiliki Presiden, namun status Taiwan sama seperti Palestina dan Kosovo. 
Cina juga amat teruji menghadapi gejolak politik di negaranya. 
Hong Kong dibiarkan demo hingga kini memasuki bulan ke tujuh, berani berbuat anarkis apa lagi bermaksud menjatuhkan pemimpin sah komunis maka nasibnya akan sama seperti 7000 warga Cina yang tewas pada Protes Lapangan Tiananmen 1989. 

Pemimpin RRC saat itu Deng Xiaoping, mengerahkan pasukan militernya, untuk membantai demonstran yang berkumpul di lapangan Tiananmen menuntut demokrasi.

Hanya ada satu RRC, tidak ada yang lain....!!
Satu dibawah kekuasaan partai Komunis dengan kebijakanya. 
Xi Jinping adalah Presiden terkuat setelah Mao pendiri RRC. Bahkan Jinping  diseterakan dengan Mao dan Dean dua mantan Presiden RRC yang disetarakan dan dipuja bagaikan Nabi oleh Rakyak Cina.

Lalu India ...
Narendra Modi harus berhati-hati kebijakan kontroversinya ini bukan tdk mungkin akan menjungkalkan dirinya dari jabatanya sebagai PM sekarang. 
Modi tidak sekuat Xi Jinping.
Harga tawar politiknya pada pentas dunia tidak semahal Xi Jinping.

Partai Oposisi bisa menggunakan kebijakan Modi ini unk menghancurkanya.
Tekanan dunia internasional  bisa membuat Modi kalang kabut. 
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) bisa menggunakan kekuatan Minyaknya unk menghentikan kebijakan Modi karena india bergantung minyak mentah pada Arab Saudi.

Demikianlah dunia negara kuat dan lemah dari sektor finansial. 

Saat sebuah negara berdaulat lalu lemah memiliki utang, bergantung pada sebuah negara, pada Cina misalnya.....maka negara tsb telah tidak memiliki dirinya sendiri lagi. 

Karena telah menjadi peliharaan negara lain.

Post a Comment for "Analisa Politik Antara Xi Jinping dan Narendra Modi"