Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perjuangan Panjang Persatuan Umat Islam : HTI, HRS, dan 212


Oleh : Maulana Jati

Tahun 2019 ini, reuni 212 diwacanakan akan kembali digelar. Direncanankan acara ini kemungkinan kembali diadakan di Monas, Jakarta. Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan acara ini akan digelar pada tanggal 2 Desember hari senen Senin nanti. Poster acara ini sudah disosialisasikan ke berbagai media dan tertulis temanya 'Munajat untuk Keselamatan Negeri. Maulid Agung dan Reuni Alumni 212'.

Dalam poster tersebut juga disebutkan bahwa Habib Rizieq Syihab (HRS) direncanakan hadir dalam acara tersebut. Habib Rizieq sendiri merupakan Pembina Tunggal PA 212. Namun ternyata kehadirannya ada kendala.

Habib Rizieq menyebut sudah setahun lebih pemerintah Indonesia mengirim permintaan ke Kerajaan Arab Saudi agar dirinya dicekal dan tidak diizinkan keluar. Dia menduga dirinya dikondisikan agar tidak bisa kembali ke Indonesia ketika massa politik digelar baik saat pilpres 2019 berlangsung, kejadian 22 mei, pelantikan presiden dan lain-lain.

Selama ini pemerintah Saudi terpaksa mencekal untuk menjaga hubungan bilateral antara Indonesia-Saudi, sekaligus untuk memberi perlindungan keamanan kepada beliau dan keluarga. Itulah sebabnya dalam surat cekal dari Kerajaan Saudi Arabia tertulis bahwa sebab pencekalannya adalah alasan keamanan. Alasan keamanan, bukan pelanggaran peraturan atau kesalahan keimigrasian apalagi pelanggara perdata dan pidana di Saudi. Itu pula sebabnya selama 2,5 tahun HRS dan keluarga di Kota Suci Mekah, Kerajaan Saudi tidak pernah mengusik meskipun statusnya sudah dicekal dan overstay.

HRS juga menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan penangkapan atas dirinya jika nantinya bisa kembali ke Tanah Air. Menurutnya ini ada kaitannya dengan kasus penistaan agama yang menjerat eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Penistaan Agama pada saat itu merupakan reaksi atas pemikiran dan aksi HTI yang tidak setuju Ahok sebagai pemimpin di Jakarta.

Dan ternyata sebelum pergelaran reuni 212 tahun ini terjadi. Ahok kembali dihidupkan kembali oleh rezim jokowi, dengan digadang-gadang akan menjadi petinggi di salah satu BUMN.

Kemaren, Ahok diminta Menteri BUMN Erick Thohir bergabung di salah satu perusahaan pelat merah sesuai romendasi dari Jokowi. Ini berdasarkan pernyataan sumber di lingkungan Kementrian BUMN bahwa untuk jabatan strategis BUMN memang perlu dilakukan koordinasi dengan Presiden. Menurutnya juga, Ahok akan menjadi petinggi di BUMN Pertamina. Pemilihan bos Pertamina tidak bisa sembarangan, namun harus melalui sidang Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai Presiden RI.

Entah apa yang merasuki Jokowi sehingga demen banget sama Ahok. Ini memperlihatkan seolah-olah ada hutang budi yang belum dibayar oleh jokowi atau ada perjanjian tertentu yang belum usai. Dari awal, jokowi rela untuk berhadapan dengan kaum muslimin sampai sekarang hanya untuk memuluskan Ahok jadi gubernur. 

Ada apa sebenarnya dengan Jokowi dan Ahok? Apapun itu umat harus waspada. Umat harus semakin bersatu terhadap rencana-rencana jahat yang diajukan kepada mereka.

Sontak rencana ini menjadi bahan penolakan berbagai pihak baik karena statusnya sebagai mantan napi, isu korupsi sumber waras, sampai karakter mulutnya yang bau jamban. Khususnya juga PA 212 berkeberatan dipilihnya Ahok di jabatan BUMN dan menyatakan akan ada gelombang besar untuk memprotes.

Akankah peristiwa aksi 212 di tahun 2016 lalu terulang kembali? Peristiwa yang menyayat hati kaum muslimin pada saat itu dari penistaan Agama sampai pencabutan BHP HTI? Jawabnya, Bisa jadi, ditambah dengan isu-isu tahun ini yang begitu menyakitkan bagi umat dari kecurangan pemilu, narasi radikal bebas, kejadian 22 mei dan lain-lain. Momen reuni 212 ini, momen persatuan umat Islam Indonesia yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, apupun kejadian sebelumnya menjadi memori dan pembelajaran bagi umat ini. Kesadaran politik mereka harus terus terjaga dan terawat sehingga persatuan umat Islam dunia bisa terjadi di negeri ini. []

Post a Comment for "Perjuangan Panjang Persatuan Umat Islam : HTI, HRS, dan 212"