Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MEROMBAK 155 JUDUL BUKU AGAMA: Buat apa?


Katana Suteki

Jakarta, CNN Indonesia mewartakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) merombak 155 judul buku pelajaran agama yang kontennya dianggap bermasalah, termasuk soal khilafah. Perombakan dilakukan untuk seluruh buku pelajaran agama mulai dari kelas 1 sekolah dasar hingga kelas 12 sekolah menengah atas.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan pihaknya mengevaluasi konten-konten yang berpotensi salah dimaknai oleh peserta didik. Salah satunya, konten mengenai khilafah.

Bila diubah menurut saya malah lebih tidak mendidik. Lebih baik tetap diajarkan dengan pengertian dan pemahaman yang menyeluruh. Kajian perbandingan lebih baik sehingga peserta didik memperoleh informasi yang seimbang. 

Apa salahnya mempelajari sistem pemerintahan Islam yang memang secara historis pernah ada bahkan bertahan dengan segala kelebihan dan kekurangannya dalam praktek hingga lebih dari 10 abad lamanya. Keruntuhannya kita saksikan sejak tanggal 3 Maret 1924 di Turki. 

Berikan kebebasan setiap orang Indonesia untuk mempelajari sistem pemerintahan apa pun termasuk khilafah. Yang penting tidak boleh ada pemaksaan dan penggunaan kekerasan apalagi tindakan ekstrim dalam penerapan suatu ide, pemikiran dan sebuah sistem tertentu.  Ini jalan yang fair!  Buat apa mempertahankan malam ketika hanya karena kita takut sang mentari terbit? Lebih baik dijelaskan bahwa, senyaman apa pun kita terlelap tidur, matahari yg mungkin  kita benci itu toh akan menunjukkan dirinya sebagai pertanda bahwa hari telah beringsut menapaki hari berikut. 

Fajar telah datang, menyongsong pergantian cuaca yang terang. Kita mungkin bisa merusak bunga di taman, tetapi sanggupkah kita menahan dan menolak musim semi tiba?

Tabik...!!!

Post a Comment for "MEROMBAK 155 JUDUL BUKU AGAMA: Buat apa?"