Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MEREKA YANG MAU MEMADAMKAN CAHAYA ALLAH | Catatan Untuk Para Pembenci Syariah Islam


Oleh : Ahmad Sastra

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan  mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahayaNya, walau orang-orang kafir membencinya (QS Ash Shaff : 7)
Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walau orang-orang kafir tidak menyukai (QS At Taubah : 32)
Pilar persatuan umat Islam adalah ka’bah, masjid Nabawi, jihad dan khilafah (Abdullah Azam, Ideolog Ikhwanul Muslimin)

Rasulullah Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang membawa risalah Islam sebagai penyempurna risalah nabi-nabi sebelumnya. Tidak ada nabi lagi setelah Rasulullah Muhammad SAW. Adalah pasti nabi palsu jika ada yang mengaku sebagai nabi. 

Meski tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad, namun akan ada para khalifah pengganti kepemimpinan Islam hingga akhir zaman, sebelum datangnya hari kiamat. Para khalifah inilah yang akan menjadi penjaga agama, sebagaimana Rasulullah menjadi pemimpin negara Madinah dan menjaga Islam dari berbagai permusuhan. 

Al Ghazali mengatakan bahwa sultan adalah wajib bagi ketertiban dunia. Ketertiban dunia wajib bagi ketertiban agama. Ketertiban agama wajib bagi keberhasilan akherat. Inilah tujuan sebenarnya para Rasul. Jadi wajib adanya pemimpin negara merupakan kewajiban agama dan tidak ada jalan untuk meninggalkannya. (Al Ghazali, Al Iqtishad fi al I’tiqad, Beirut : Dar al Amanah, 1969, h. 215). 

Al Ghazali memandang bahwa agama dan politik tidak bisa dipisahkan. Imam atau pemimpin adalah orang yang diangkat untuk mengurusi dunia dan agama sekaligus. Pemimpin yang seperti ini disebut sebagai khalifah. Al Ghazali melihat begitu dekat dan saling berhubungannya antara agama dan kekuasaan politik. Agama adalah dasar dan sultan adalah penjaganya. (Al Ghazali, Al Iqtishad fi al I’tiqad, Beirut : Dar al Amanah, 1969, h. 215).

Islam adalah cahaya yang menerangi kegelapan kehidupan jahiliah. Itulah mengapa Allah mengutus Rasulullah dengan membawa risalah Islam dan menggantikan sistem jahiliah yang menuhankan nafsu dan membangkang kepada Allah. Hari ini dengan sistem kapitalisme dan komunisme, oleh HAMKA disebut sebagai jahiliah modern. 

Dengan sangat gambling, seluruh bentuk kemaksiatan dari homoseksual hingga perzinahan terjadi pada zaman modern ini. Seluruh bentuk praktek ribawi hingga kezoliman ekonomi terjadi pada zaman ini. Istilah modern bermakna nilai-nilai sekuler barat yang bertentangan dengan Islam. Jika sains modern bebas nilai, tapi tidak demikian dengan pandangan hidup Barat (baca : sekulerisme).

Selamanya Islam adalah cahaya yang akan menerangi kegelapan setiap zaman. Islam selalu akan relevan diterapkan dalam kondisi zaman apapun, terlebih zaman sekarang dimana kegelapan makin pekat. Jika dahulu anak lahir dibunuh, namun sekarang belum lahir sudah dibunuh melalui praktek aborsi akibat perzinahan. 

Islam adalah cahaya sempurna yang akan menjadi solusi komprehensif bagi krisis multidimensi kehidupan manusia di seluruh dunia. Sebab Islam yang dibawa oleh Rasulullah diperuntukkan untuk segenap manusia, bukan hanya orang muslim. Islam adalah rahmat bagi segenap alam semesta, bukan hanya untuk manusia. 

Islam dengan syariahnya adalah solusi paling rasional dan benar dibandingkan ideologi kapitalisme yang anti etika agama atau komunisme yang anti Tuhan. Justru segala krisis multidimensi hari ini adalah akibat penerapan sistem ideologi kapitalisme demokrasi sekuler dan komunisme ateis materialisme.  

Islam adalah solusi terbaik dari Allah Yang Maha Baik. Islam adalah ideologi sempurna dari Allah Yang Maha Sempurna. Islam adalah penebar rahmat dari Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Islam adalah agama perdamaian dari Allah Yang Maha Pengampun. Islam adalah agama keadilan dari Allah Yang Maha Adil. 

Namun apa daya, hari ini musuh-musuh Islam semakin banyak dan makin menggila memusuhi Islam. Dengan mulut-mulut busuknya, para musuh agama Allah berusaha untuk memadamkan cahaya agama Allah ini. Para begundal demokrasi sekuler secara radikal ingin mengubah dan merevisi ajaran Islam. Ajaran Islam yang tidak sejalan dengan nafsu dan kepentingan mereka akan dihapus. 

Ajaran mulia Islam tentang jihad dianggap  mengancam kebinekaan dan bahkan dianggap sebagai ajaran radikal yang melahirkan terorisme. Ajaran mulia Islam tentang khilafah dianggap sebagai ajaran yang tak lagi relevan dengan perkembangan zaman dan kondisi suatu negara. 

Berbagai cara untuk menghadang tegaknya khilafah adalah bukti paling nyata bahwa khilafah sebagai ajaran Islam bukanlah sebuah ilusi yang utopis. Meski baru sekedar ide dan gagasan, namun musuh-musuh Islam telah dengan serius menghadangnya.

Begitupun perjuangan dakwah Rasulullah yang menyeru kepada Islam untuk mengganti ideologi jahiliyah juga mendapat penghadangan dari kaum kafir Quraisy. Semakin represif kaum kafir Quraisy, Rasulullah semakin semangat hingga Islam tegak di Madinah atas pertolongan Allah. Sungguh pertolongan Allah itu sangat dekat. 

Islam adalah solusi dan rahmat bagi seluruh manusia, tentu dengan catatan diterapkan syariahnya secara kaffah. Khilafah adalah satu-satunya sistem negara yang mampu menerapkan syariah secara kaffah, bukan demokrasi sekuler, apalagi komunisme ateis.  

Karena itu esensi Khilafah juga merupakan solusi terbaik bagi problematika manusia dan kemanusiaan akibat ideologi kapitaisme atau sosialisme yang terbukti destruktif. Khilafah adalah solusi bukan hanya untuk Indonesia, namun kaum muslim seluruh dunia, bahkan non muslim. 

Khilafah memiliki tiga esensi utama. Esensi pertama Khilafah adalah penerapan syariah Islam secara kaffah (QS Al Baqarah :208), dimana bidang ekonomi, pendidikan, budaya, politik didasarkan oleh aturan syariah yang memberikan kebaikan dan keadilan bagi seluruh warga negara, tidak memandang ras dan agama.

Dalam syariah, manusia dipandang lebih manusiawi dibandingkan ideologi kapitalis dan komunis. Timbangan  perbuatan dalam timbangan syariah adalah halal dan haram, dan ini tidak ada dalam ideologi kapitalis sekuler dan komunis ateis. 

Esensi kedua dari khilafah adalah ukhuwah dan rahmat (QS al Anbiya:107). Khilafah dengan kepemimpinan tunggal bagi kaum muslimin seluruh dunia menjawab perpecahan umat Islam selama ini. Dengan Khilafah selain kaum muslimin akan bersatu padu dalam satu kepemimpinan, meski berbeda dalam mazhab. 

Bahkan Khilafah akan memberikan perlindungan yang sempurna kepada setiap warga negara, meski beda ras dan agama dalam satu naungan pemerintahan yang adil dan beradab. Esensi ini tidak ditemukan sama sekali dalam ideologi kapitalisme dan komunisme. Lihatlah berbagai tragedi kemanusiaan akibat kapitalisme dan komunisme, bukan hanya antar negara, bahkan antar sesama muslim saling bermusuhan akibat politik adu domba. 

Jika ada ungkapan bahwa khilafah mewajibkan dan memaksa warga negara untuk masuk Islam dan sholat semuanya, maka ucapan ini berasal dari sebuah kedunguan semata. Sebab, para cendekiawan Barat yang nota bene non muslimpun mengakui gemilangnya peradaban Islam di bawah khilafah yang telah memberikan kesejahteraan bagi seluruh manusia tanpa kecuali. 

Esensi ketiga Khilafah adalah dakwah Islam rahmatan lil`alamin (QS Ali Imran :104). Esensi dakwah artinya upaya penyebaran kebenaran Islam dalam rangka menyelamatkan manusia dari jalan kesesatan. Dakwah adalah ajakan dan seruan menuju jalan Allah tanpa kekerasan dan paksaan, namun penuh cinta dan perdamaian. 

Dakwah Islam berbeda dengan imperialisme kapitalis dan revolusi komunis yang keduanya menyisakan kesengsaraan manusia. Sementara dakwah justru memberikan ketenangan dan kebahagiaan serta keselamatan manusia. Dengan suka rela Islam bisa diterima masyarakat karena kebenaran dan kemuliaan dimilikinya.

Islam dan negara adalah dua saudara kembar yang tak mungkin dipisahkan. Keduanya saling melengkapi dalam memberikan kesempurnaan cahaya bagi dunia. Kegelapan suatu peradaban bangsa justru saat cahaya Islam tidak diterapkan. Menghalangi ajaran Islam khilafah adalah upaya musuh-musuh Islam dalam memadamkan cahaya agama Allah. 

Namun, sekuat-kuatnya musuh-musuh Allah berusaha memadamkan cahayaNya, justru Allah makin menyempurnakan agamanya. Semakin panik dan benci para musuh Allah kepada khilafah, justru ajaran Islam ini makin dicintai dan dirindukan oleh dunia. 

Bahkan tanpa malu-malu, negara inggris sangat mengapresiasi syariah untuk diintegrasikan dengan dalam perundang-undangan negara tersebut. Sebab mereka sangat mengetahui kebaikan syariah. IDN Research merilis hasil penelitiannya bahwa 19,5% generasi milenial menginginkan khilafah menjadi solusi bagi dunia. 

Maka, jangan coba-coba berusaha memadamkan cahaya agama Allah, sebab selain tidak akan menang melawan Allah, maka akan menjadi penyesalan abadi kelak di akherat. Allah akan membalas seluruh perbuatan para musuh Allah yang telah menghalangi tegaknya agama ini. Jangan coba-coba mengundang murka Allah. 

*(AhmadSastra,KotaHujan,12/11/19 : 10.15 WIB)

Post a Comment for "MEREKA YANG MAU MEMADAMKAN CAHAYA ALLAH | Catatan Untuk Para Pembenci Syariah Islam"