Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KHILAFAH RADIKAL?


Will Durant adalah seorang sejarawan barat memuji kesejahteraan negara Khilafah. Dalam buku yang ia tulis bersama Istrinya Ariel Durant, Story of Civilization, ia mengatakan:

"Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para Khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukan dan memberikan kesejahteraan selama beradab-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat (dalam sejarah) setelah zaman mereka"

Mary McAleese. Ia adalah Presiden ke-8 Irlandia yang menjabat dari tahun 1997 sampai 2011 . Selain Presiden, Ia juga anggota Delegasi Gereja Katolik Episkopal untuk Forum Irlandia Baru pada 1984 dan anggota delegasi Gereja Katolik ke North Commission on Contentious Parades pada 1996. Meski dia beragama kristen Katolik, namun tak disangka, ia memuji kedermawanan negara Islam (negara Khilafah).

Dalam pernyataan persnya, ia memuji bantuan Khilafah Turki Utsmani ke negaranya, Irlandia, sekitar tahun 1847. Bantuan itu dikirimkan ke Irlandia saat terkena musibah kelaparan hebat (The Great Famine), yang membuat 1 juta penduduknya meninggal dunia. Terkait bantuan itu, Mary McAleese berkata:

“Sultan Ottoman (Khilafah Utsmani) mengirimkan tiga buah kapal, yang penuh dengan bahan makanan, melalui pelabuhan-pelabuhan Irlandia di Drogheda. Bangsa Irlandia tidak pernah melupakan inisiatif kemurahan hati ini,"

Untuk mengenang jasa Khilafah tersebut, kini Irlandia menggunakan logo Khilafah Turki Utsmani (Bulan Sabit) di Club Sepak Bolanya. "Selain itu, kita melihat simbol-simbol Turki pada seragam tim sepak bola kita," katanya.

Tak hanya dari kalangan sejarahwan dan presiden saja yang memuji Khilafah. Namun kalangan mantan biarawati pun takjub akan Khilafah. Siapa dia? Dialah Karen Amstrong. Dia adalah mantan biarawati sekaligus penulis terkenal. Amstrong ini juga memuji kehidupan beragama yang ada dalam negara Khilafah (baca: peradaban Islam). Dalam negara Khilafah, agama selain Islam mendapatkan perlakuan yang sangat baik. Bahkan menurut Karen Amstrong, kaum Yahudi menikmati zaman keemasan di Andalusia. "Under Islam, the Jews had Enjoyed a golden age in al-Andalus" tulis Karen Amstrong

Khilafah, Imamah termaktub dalam sumber hukum Islam (al Qur'an, sunnah dan Ijma' shabat) disepakati para ulama, ditulis dalam buku sejarah diakui oleh ilmuan Barat dan Timur. 

Will Durrant, Mary McAleese dan Amstrong sebagaimana perkataannya disebutkan diatas, adalah contoh pengakuan Dunia Barat terhadap kenyataan sejarah. Dimana hampir 12 abad khilafah menguasa 2/3 dunia. 

Bukti tak terbantahkan tentang adanya khilafah dalam sejarah kehidupan umat Islam telah diabadikan dalam kitab-kitab tarikh yang ditulis oleh para ulama terdahulu hingga ulama mutakhir. Sebut saja, Tarikh al-Umam wa al-Muluk, karya at-Thabari [w. 310 H], al-Kamil fi at-Tarikh, karya Ibn Atsir [w. 606 H], al-Bidayah wa an-Nihayah, karya Ibn Katsir [w. 774 H], Tarikh Ibn Khaldun, karya Ibn Khaldun [w. 808 H], Tarikh al-Khulafa’, karya Imam as-Suyuthi [w. 911H], at-Tarikh al-Islami, Mahmud Syakir.

Sungguh heran jika orang Barat mengakui kebenarannya, tapi ada beberapa 'cendikiawan' dan 'ulama' Nusantara yang justru menolaknya, bahkan mengatakan bahwa khilafah bukan konsep baku, bukan bagian dari Islam, tertolak. Endingnya Islam yes Khilafah No'.
Pendahulunya tokoh sekularisasi Indonesia Nurkhalis Madji Islam Yes Politik No. Namun jauh sebelumnya pasca 1924 Ali Abdur Raziq dari al Azhar, membuat tulisan yang bermisi sama menolak khilafah, menolak islam politik. Gegara itu forum ualam al Azhar mengeluarkannya dari almamater ulama al Azhar. 

Pemikiran menjauhkan Islam dari politik ini berkelindan dengan penjajah. Baik di Timur Tengah juga di Nusantara. Snouck Horgoronje, orientalis agen Belanda menebarkan pemikiran agar Islam Indonesia dijauhkan dari politik. 

Apa Itu Khilafah Dan Seberapa Penting?

Dalam Majmu’ah Muallifin, Mu’jam Musthalahat al-‘Ulum as-Syar’iyyah, hal. 756, istilah Khilafah ini didefinisikan dengan: 

النِّيَابَةُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ فِي حَرَاسَةِ الدِّيْنِ، وَسِيَاسَةِ الدُّنْيَا، وَمِنْ أَمْثِلَتِهِ كَوْنُ أَبِيْ بَكْرٍ، وَمِنْ بَعْدِهِ مِنَ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، وَنَحْوِهِمْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ خُلَفَاءَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ فِيْ حَرَاسَةِ الدِّيْنِ وَسِيَاسَةِ الدُّنْيَا. 

“Menggantikan Nabi saw. dalam menjaga agama dan mengurus dunia, di antaranya seperti Abu Bakar, dan para Khulafa’ Rasyidin sepeninggalnya, dan yang lain seperti mereka, semoga Allah meridhai mereka, merupakan pengganti Nabi dalam menjaga agama dan mengurus dunia.” 

DR. Muhammad Al-Khalidi dalam Qawâ’id Nizhâm al-Hukm fî al-Islâm, hlm. 226 mendefinisikan; 

رِئَاسَةٌ عَامَةٌ لِلْمُسْلِمِيْنَ جَمِيْعًا فِيْ الدُّنْيَا لِإِقَامَةِ أَحْكَامِ الشَّرْعِيْ اْلإِسْلاَمِيْ وَحَمْلِ الدَّعْوَةِ اْلإِسْلاَمِيَّةِ اِلَى الْعَالَمِ 

Kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.

Syaikh Yusuf Qaradhawi dalam bukunya Min Fiqhud Daulah Fil Islam menyebutkan salah satu sifat negara yang dibangun Islam adalah negara internasional/global,

“Islam bukanlah negara rasisme dan regionalisme, tidak didirikan berdasarkan batas-batas geografis. Akan tetapi, negara ini pada dasarnya adalah suatu negara yang terbuka bagi setiap orang yang mengimani berbagai prinsipnya secara sukarela tanpa paksa. Negara Islam adalah negara internasional, karena risalah Islam adalah risalah internasional. Negara Islam dibangun berdasarkan aqidah dan pemikiran. Dalam negara ini semua perbedaan akan mencair; seperti perbedaan suku, negeri, bahasa dan warna kulit. Semua rakyat disatukan oleh keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Rasul, dan Kitab yang satu. Mereka disatukan oleh hati yang satu, syiar yang satu, syariat yang satu, akhlaq yang satu. Dengan demikian terbentuklah umat yang satu, baik lahir maupun batin….

Hal ini tidak berarti bahwa negara Islam menolak kehadiran non muslim dalam wilayahnya. Bahkan negara Islam menyambut mereka dan berjuang melindungi mereka, selama mereka menerima berbagai ketentuan sipil syariat Islam. "

Adapun hal-hal yang berhubungan dengan aqidah, ibadah dan ketentuan-ketentuan perorangan yang mereka miliki, maka mereka bebas menjalankannya sesuai dengan ajaran agama mereka.


Pengertian Khilafah diatas sekaligus menjelaskan tiga esensi Khilafah. 

Pertama: ukhuwah. Khilafah merupakan kepemimpinan umum untuk seluruh kaum Muslim di dunia. Karena itu dengan Khilafah akan terwujud ukhuwah umat Islam dalam kehidupan.

Umat Islam adalah ummmah wâhidah (umat yang satu). Umat ini memiliki akidah dan syariah yang sama. Umat ini satu sama lain ditetapkan oleh Allah SWT sebagai ikhwah (saudara). 

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Qs. al-Hujurat (49):18)

Umat Islam digambarkan Rasulullah saw. ka al-jasad al-wâhid (laksana satu tubuh). Jika ada bagian yang sakit, seluruh tubuhnya ikut merasakannya. Ukhuwah yang demikian kuat itu akan dapat diwujudkan secara nyata ketika ada yang menyatukan umat dalam satu negara. Itulah Khilafah.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” (HR. Muslim)

Sebaliknya, tiadanya Khilafah menyebabkan umat Islam tercerai berai dalam banyak negara. Masing-masing negara sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri dan tak peduli dengan nasib lainnya. Lihatlah ketika Gaza dibombardir tentara zionis dengan berbagai senjata pemusnah massal. Tidak ada satu pun penguasa negeri Islam yang mengirimkan tentara membela saudaranya. Bahkan Presiden Mesir al-Sisi justru menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Penguasa lima negara Muslim ikut bergabung dalam koalisi penjajahan pimpinan Amerika untuk membunuhi umat Islam di Suriah dan Irak.

Nasib serupa juga dialami oleh umat Islam di Suriah, Irak, Afrika Tengah, Miyanmar, Kashmir, Pattani, Uighur, Xinjiang dan lain-lain. Akibat sekat nasionalisme, ketika darah mereka ditumpahkan oleh kaum kafir, tak ada pembelaan dan perlindungan dari kaum Muslim lainnya.

Saat khlifah Islamiyah masih berdiri, oleh Khalifah Abdul Hamid al Ustmani, tak sejengkal pun Zionisme Yahudi diizinkan memiliki tanah Palestina. 

Seorang wanita yang dilecehkan oleh tentara Romawi, memanggil khalifal al Mutasim Billah al Abbasy untuk mengirim pasukan ke Amuryah hingga 3000 org tentara Ramawi tewas, 3000 orang ditawan dan Amuryah ditaklukan. 

Kedua. Syari'ah. Khilafah adalah menegakkan hukum syariah Islam. Memang ada sebagian hukum syariah yang dapat dan harus dijalankan oleh individu. Namun, tidak sedikit hukum syariah yang hanya bisa dijalankan oleh Khilafah. 

﴿وَأَنِ ٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ وَٱحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَنۢ بَعْضِ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ﴾

Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang telah Allah turunkan, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka, dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah Allah turunkan kepada kamu (TQS al-Maidah [5]: 49).

Dalam ayat ini, Allah SWT memerintah Rasul saw. untuk memutuskan perkara dengan wahyu-Nya. Perintah tersebut juga berlaku bagi kita, umat beliau. Mafhum dari ayat ini, hendaknya umat Islam mewujudkan seorang hakim setelah Rasulullah saw. untuk memutuskan perkara menurut wahyu yang telah Allah turunkan kepada Rasul-Nya. Perintah ini tegas. Obyek seruannya adalah wajib. Hakim yang memutuskan perkara di tengah kaum Muslim setelah wafatnya Rasulullah saw. tidak lain adalah Khalifah. Sistem pemerintahannya adalah sistem Khilafah.

Tercatat dalam sejarah pasca Rasulullah wafat pemerintahan Islam menerapkan hukum-hukum syari'ah dilanjutkan oleh khilafah Rasyidah, kemudian khilafah Umayah, selanjutnya khilafah Abbasiyah hingga khilafah Utsmaniyah yang berakhir thn 1924.

Sungguh amat menyedihkan, ada sebagian orang yang mengaku sebagai umat Islam namun menolak, membenci dan menentang Khilafah. Padahal Khilafah adalah ajaran Islam. Khilafah adalah kewajibansyar’i. Para ulama bahkan menyebut kewajiban menegakkan Khilafah sebagai tâj al-furûdh (mahkota kewajiban).

Dengan demikian esensi Khilafah adalah penegakan syariah secara kaffah. Ketika itu terjadi, Islam sebagai rahmatan lil ‘alaminakan terwujud dalam kehidupan. Sebagaimana visi islam itu sendiri. 

وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا رَحْمَةًۭ لِّلْعَـٰلَمِينَ ﴿١٠٧﴾

Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), kecuali menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta (QS al-Anbiya’ [21]: 107).

Kerahmatan Islam yang telah dijanjikan Allah SWT itu akan terwujud melalui penerapan syariah di bawah sistem Khilafah. Khilafah hanya akan membawa kebaikan untuk negeri ini dan penduduknya, Muslim dan non-Muslim. Karena itu menganggap Khilafah membawa masalah bagi negeri ini hanyalah bentuk kebodohan dan kecerobohan yang tidak selayaknya keluar dari seorang Muslim.

Sungguh menyesatkan jika ada yang mengatakan bahwa Khilafah berbahaya bagi negeri ini. Mereka yang mengatakan demikian telah memutarbalikkan fakta. Fakta sesungguhnya, sistem sekular-kapitalis-liberallah yang telah mendatangkan bahaya dan bencana bagi negeri ini. Bukankah sistem sekular-kapitalis-liberal itulah yang telah membuat negeri ini terjajah secara politik, ekonomi, budaya dan pemikiran? Bukankah sistem dari Barat itu yang membuat kekayaan alam negeri ini dikuras habis oleh negara-negara kafir penjajah? Bukankah sistem yang diimpor dari Barat itu yang menyebabkan negeri ini dilanda berbagai persoalan tak berkesudahan dalam semua aspek kehidupan?

Ketiga: dakwah. Tugas Khilafah lainnya adalah mendakwahkan Islam ke seluruh dunia. Dengan Khilafah, Islam dapat tersebar luas di berbagai penjuru dunia dengan cepat. Sejarah telah membuktikan realitas tersebut.

Selama 13 tahun Rasulullah saw. berdakwah di Makkah, hanya sedikit penduduknya yang masuk Islam. Namun, setelah Rasulullah saw hijrah ke Madinah, seluruh Jazirah Arab bisa dikuasai dan penduduknya berbondong-bondong masuk Islam. Padahal di Madinah Rasulullah saw. hanya 10 tahun. Mengapa demikian? Karena di Madinah telah tegak Daulah Islamiyah (Negara Islam)! Dengan dawlah (negara), Islam tak hanya diemban dan disebarkan ke seluruh dunia dengan dakwah, namun juga dengan jihad fî sabîlil-Lâh.

Tugas mengemban dakwah Islam ini terus dilanjutkan oleh para khalifah sesudah Rasullah saw. Berkat dakwah mereka, Islam bisa tersebar luas di dunia, termasuk sampai ke negeri ini. Sebagian dari para ulama yang disebut Walisongo adalah utusan Khalifah yang dikirim untuk berdakwah ke negeri ini. Kekuasaan Samudera Pasai adalah bukti nyata, bahwa dakwah Islam melalui Khilafah mempengaruhi perkembangan sosial politik di kawasan Sumatera bagian Utara. Bukan hanya di wilayah Aceh, kekuasaan politik Islam juga berdiri di berbagai tempat di Jawa (Kesultanan Cirebon, Demak, Mataram, Gresik dan lainnya), juga di kawasan Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Penduduk mayoritas negeri ini adalah Muslim. Kemusliman itu amat berpengaruh dalam dinamika kehidupan bangsa dan negeri ini, termasuk dalam tahap-tahap awal perjuangan kemerdekaan. Semua tidak bisa lepas dari jasa para khalifah dulu yang tak henti mengemban dakwah ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke negeri ini.
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [Ali ‘Imrân(3)3:104]

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Dialah Yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allâh sebagai saksi. [Al-Fath(48)48: 28]

Tiga esensi khilafah; ukhuwah, syariah dan dakwah adalah kebaikan (rahmat) untuk manusia. Lalu mengapa ada yang menuduhnya radikal !?

Penulis : Lathief Abdallah
Editor : A.S.R.
Foto : trenopini

Post a Comment for "KHILAFAH RADIKAL? "