Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SIAPA YANG SEBENARNYA HARUS BELAJAR TOLERANSI?


[Berkaca dari Sejarah Kelam Pembantaian Crusader di Jerusalem]

Bukan kaum Muslim yang harus diajari soal toleransi! Tapi kaum kuffar dan munafik yang memusuhi Islam, melakukan kejahatan mencaplok negeri-negeri kaum Muslim, menyusahkan kehidupan mereka, mempersekusi dakwah Islam yang mereka emban, bahkan di antaranya secara aktif memusuhi, mengusir kaum Muslim dari negerinya dan menumpahkan darah mereka.

Dalam banyak literatur digambarkan bahwa pada tahun 1099 ketika Pasukan Salib (Crusader) menduduki Jerusalem, mereka membantai hampir semua kaum Muslim dan Yahudi. Sekitar 30 ribu orang dibantai di Jerusalem*, sehingga di Masjid al- Aqsha dinodai dengan genangan darah setinggi mata kaki. Tapi, saat Shalahuddin merebut kembali Jerusalem, ia membebaskan kaum Nasrani meninggalkan Jerusalem dengan aman. Fakta sejarah dan realita di lapangan membuktikan, siapa yang sebenarnya perlu banyak belajar toleransi kepada Islam? 

Pepatah arab menggambarkan:

 لسان الحال أفصح من لسان المقال
“Bahasa keadaan, lebih fasih berbicara daripada bahasa lisan”

Seharusnya, Kaum Muslim justru wajib diingatkan kepada sikap berpegang teguh pada Islam, bukan selainnya! Inilah sumber kekuatannya, sumber kemuliannya! Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا 
“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara.” (QS. Âli Imrân [4]: 103)

Sebagaimana terang benderang pula perintah berpegang teguh pada sunnah Rasulullah ﷺ dan al-khulafâ’ al-râsyidîn, dari Al-’Irbadh bin Sariyah r.a. ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

«عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ بعدي، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ»
“Hendaklah kalian berdiri di atas sunnahku, dan sunnah para khalifah al-râsyidîn al-mahdiyyîn (para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan menunjuki kepada kebenaran) setelahku, gigitlah oleh kalian hal tersebut dengan geraham yang kuat.” (HR. Ahmad, Ibn Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi)

* Bahkan The Canadian Islamic Congress, sebuah organisasi Islam di Kanada, bahkan menyebut korban yang dibantai oleh tentara Salib ketika itu, tidak kurang dari 70.000 orang.

==========

Irfan Abu Naveed
Penulis

Post a Comment for "SIAPA YANG SEBENARNYA HARUS BELAJAR TOLERANSI?"