Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khilafah, Hizbuttahrir & Terorisme


Oleh : Ibnu Munir M.S


Siapa saja yang Banyak Membaca, Menonton dan Mengetahui Fakta secara Mendalam, terkait Salah Satu Ajaran Islam yang sedang hangat dibicarakan saat ini, Maka akan ada kesamaan persepsi yang sama tiap muslim. Apalagi kalau bukan berbicara Khilafah.

Jangan berhenti dulu bacanya, teruskan ya...!!! hingga anda paham kenapa Istilah ini amat dibenci dan ditakuti?

Disini penulis mengungatkan, Tentu semangat membaca anda ini harus dimulai dengan perasaan cinta Islam. Semangat ingin menjadikan Islam sebagai Bagian dari Helaan nafas, Sandaran Hidup & ada ada niat untuk menjadikan Islam dihadirkan dalam berbagai aspek kehidupan. 

Oh iya, terlalu banyak pendahuluan. Begini ceritanya...!!! Maaf ya, banyak komen penulis nih...!!!

Dulu kita tentu tidak begitu mengenal Istilah Terorisme, walaupun istilah terorisme sebenarnya sudah ada dibuku kamus inggris, tapi tidak menjadi istilah yang menakutkan dan mengidentikkan kekelompok tertentu serta menjadi istilah paling laku dimedia cetak & elektronik, terutama ditujukan ke umat Islam dan Orang Islam.

Tahun 2001, Terjadilah Tragedi peledakan Gedung WTC di Amerika, kejadian ini menjadi cikal bakal Istilah terorisme disasarkan kepada Kelompok Umat Islam (Al-Qaeda), padahal kenapa Al-Qaeda melakukan inipun ada ceritanya (Pengkhianatan Amerika setelah Taliban mampu mengalahkan Uni Soviet melalui persekutuan mereka)

Ternyata untuk memasarkan Istilah ini, dieksporlah istilah ini keberbagai negara yang ditenggarai ada keterkaitan dengan kelompok Al-Qaida, paling tidak, Siapa saja yang memiliki kesamaan ide & Tujuan dengan kelompok ini (Mendirikan Negara Islam), maka dikategorikan kepada Kelompok yang berafiliansi dengan Al-Qaeda.

Singkat cerita sampai pada episode Pimpinan Al-Qaedapun dibunuh (Osama Bin Laden), Maka sulit mencari kelompok untuk dijadikan kambing hitam, siapa lagi dan kelompok apalagi yang bisa dijadikan sasaran dalang terorisme ini setelah Al-Qaeda, Lahirlah ISIS (inipun Organisasi yang diupayakan bisa mengumpulkan orang2 punya semangat untuk mendirikan Khilafah sehingga mudah diarahkan moncong Senjata pembenci Islam kesana) yang pada awalnya kelompok ini hanya kelompok senjata (Mujahidin) yang ada di Irak, lalu merebut beberapa Wilayah Irak, Syiria dan Syam. Maka muncullah kambing hitam berikutnya yang kita kenal ISIS, uniknya kelompok ini menyatakan sebagai negara Islam (Khilafah) yang sebelumnya juga merupakan cita-cita Al-Qaeda.

Inilah kata Kunci yang diserang oleh pembenci Islam sesungguhnya, Siapa saja yang Bercita-cita mendirikan Khilafah, Maka siap2 Simbolnya & apa saja ada kaitannya dengan pendirian khilafah akan digiring sebagai cikal bakal teroris dan terkait terorisme. Terutama paling laris pada momen-momen yang itu ada kaitannya dengan Pemerintahan yang sedang melakukan perhelatan meraih Kekuasaan atau mendapatkan kekuasaan.

Cirinya dengan mengkafirkan orang menolak paham mereka, aksinya dalam bentuk teror, dll. Bahkan Ciri-cirinya akan senantiasa berubah sesuai dengan statmen pejabat yang mempunyai kepentingan terhadap  kelompok yang dianggap terpapar ide pendirian Khilafah, Intinya Masih ada kaitannya dengan aktivitas Kekerasan dan teror Meneror.

Akhirnya negara yang tidak mengerti kepentingan dibalik kebencian terhadap khilafah tersebut, ikut membebek (Latah) dalam menghadapi orang-orang yang berniat mendirikan khilafah , maka dilakukan upaya menekan serta mempertakut umat dengan kelompok yang berbicara khilafah, Jika sebelumnya Penegakan Khilafah digambarkan melalui teror (Pemboman) kepada masyarakat, hal itu ternyata hanya berefek jangka pendek, Sebab masyarakat melihat dan memahami Khilafah memang bagian dari ajaran Islam, Sementara kalau ada umat Islam yang angkat senjata untuk mendirikannya , itu sebuah kekeliruan dalam pandangan masyarakat, karena itu banyak masyarakat yang menolak dan tidak mau terlibat dalam aktivitas terorisme.

Lambat laun, Masyarakat sudah tahu titik permasalahannya, tidak mungkin Khilafah akan tegak melalui Kekerasan dan angkat senjata.

Apakah cukup sampai disitu? Ternyata tidak, kemudian muncullah kelompok umat Islam yang gerakan dan idenya juga mau mendirikan Khilafah, aktivitas mereka jauh dari kesan kasar dan memakai otot (Kekerasan).

Namun ternyata Kelompok inipun dijadikan target untuk dijauhi oleh masyarakat, caranya dengan membubarkan kelompok ini, kelompok ini adalah *Hizbuttahrir Indonesia*, Badan Hukum & Perkumpulannyapun (BHP) dicabut, aktivitasnya selama ini hanya melalui Intelektual (Pemikiran semata), tapi tetap saja dijadikan target untuk dijauhi masyarakat, karena ormas / kelompok ini tidak melalui aktivitas kelompok (kekerasan).

Karena pendirian Khilafah oleh kelompok ini tidak melalui aktivitas fisik (adanya jihad), maka label radikal paling pas  disematkan untuk Hizbuttahrir, Maka Jangan heran kemudian siapa saja yang menjadi pembicara serta komentar dimedia massa, kalau sudah bicara Khilafah pengidentikkan akan diarahkan pada kelompok ini, kemudian tidak lupa dibelakangnya dilabeli dengan Radikal, artinya apa? Anda akan melihat Kesimpulan tulisan ini seperti ini, *Al-Qaeda, Terorisme, ISIS, Khilafah, HTI & Radikal*

Inilah kenyataan pahit yang sedang dihadapi oleh Hizbuttahrir, Permusuhan Internasional yang dipikul oleh Pejabat Negeri untuk memojokkan pendakwah Khilafah, Jika sebelumnya Pejuang Khilafah berhasil diidentikkan dengan kekerasan, saat ini Hizbuttahrir yang notabennya sudah berulang kali mau diupayakan melakukan kekerasan, namun kemudian lebih memilih mundur tetap saja disalahkan dalam perjuangannya dalam menegakkan Khilafah.

Maka bagaimana lagi cara meyakinkan umat Islam, agar mereka paham, bahwa sesungguhnya kebencian pendirian khilafah itu bukan pada Al-Qaeda, ISIS dan Hizbuttahrir semata, tapi tidak lain adalah apa yang menjadikan keinginan dari kelompok ini, terlepas dari adanya proses pendirian khilafah yang keliru (melalui kekerasan), namun intinya adalah kebencian mendasar yang sedang dan terus diserang terhadap kelompok umat Islam adalah mematikan semangat pendirian Khilafah.

Sekarang terserah anda, menyimpulkan tulisan ini. Namun yang pasti Khilafah adalah sebutan Negara / pemerintahan Islam setelah Rasulullah wafat dimadinah, Khalifah, Imamah / Amirul Mukminin Pemimpinnya, Khilafah istilah yang Umum dikenal setelah meninggalnya rasulullah SAW.

Kalaupun Hizbuttahrir tidak eksis lagi, sebagai muslim setidaknya jadilah Pejuang Khilafah yang berupaya mendirikan khilafah tanpa kekerasan dan tidak melalui angkat senjata, karena memang bukan demikian caranya.

Pemikiran Islamlah yang menjadi modal utamanya, senantiasa belajar Islam Politik serta arahkan pandangan kita agar mengupayakan Islam menjadikan aturan ditengah kehidupan, tentunya dibawah sebuah institusi Negara (Kh!lafah)

Post a Comment for "Khilafah, Hizbuttahrir & Terorisme"