Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

DUA TRAGEDI DI HARI SANTRI


Oleh : Nasrudin Joha 

Rupanya, kaum santri untuk kesekian kalinya menebah dada, menahan sabar karena ulah oknum yang tak paham hakekat santri. Santri adalah orang yang menimba ilmu agama, melayani sang Kiyai dan bermukim bersama Kiyai di pesantren.

Selain ilmu syariat santri juga berguru ilmu adab. Bahkan, ilmu adab ini lebih didahulukan ketimbang ilmu syariat. Karena itu, akhlak santri sangat ta'ziem kepada sang Kiyai, begitu mengabdi kepada sang Kiyai. 

Karena kesabaran, adab dan pengabdian kepada sang Kiyai, seorang santri menjadi 'alim, bahkan ada lebih faqih ketimbang gurunya. Namun, kealiman santri tak membuatnya sombong dan merendahkan pihak lainnya, apalagi kiyainya.

Akhlak santri itu akhlak padi, semakin berisi semakin merunduk. Namun di hari santri ini, adab itu seolah musnah tak berbekas. 

Beredar video viral yang lokasinya ada di Cianjur, para santri yang membawa dan mengibarkan bendera tauhid saat peringatan hari santri di Cianjur, benderanya diambil paksa oleh orang yang mengaku ketua Banser. Berdalih acara mereka, kewenangan panitia, oknum ini mengambil paksa bendera Al Liwa yakni bendera persegi empat bertuliskan kalimah tauhid diatas kain berwarna putih. 

Banser sendiri lekat dengan santri, pengabdi dan penjaga Marwah Kiyai. Namun oknum santri ini, tak lagi menyisakan adab dari ilmu yang dicerapnya, akhlaknya tak mencerminkan akhlak santri. 

Tanpa alas hak dan tapa adab, oknum santri Banser ini merampas bendera tauhid yang bukan miliknya. Dalihnya, tak sesuai arahan panitia. Padahal, itu bendera milik santri lainnya, dan yang lebih penting itu bendera tauhid, bendera kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

Sementara disaat yang sama, entah berada di lokasi atau daerah mana, beredar viral juga video perayaan hari santri yang dilakukan dengan berjoget, bercampur baur lelaki dan wanita diiringi musik dangdut, dengan menampakan perhiasan wanita tanpa adab. 

Dalam video juga terlihat panji-panji 'hari santri' yang dengan itu netizen bisa mengetahui bahwa acara joget-joget yang viral dalam video adalah joget-joget perayaan hari santri. Terlihat, Ikhwan akhwat bersorak sorai, bertabarruj, tak tersisa lagi akhlak seorang santri.

Mestinya hari santri dirayakan dengan lomba tilawah, hafalan Quran, tallaqi ullumul hadits, Qiroah, atau paling minim lomba hadrah. Sehingga, ciri dan akhlak santri masih bisa dipertahankan.

Entah apa bencana yang menimpa negeri ini, selain penguasanya yang zalim ternyata santrinya telah keluar dari kodratnya. Setelah ditetapkan adanya hari santri, bukannya membuat santri makin tawadlu dan akhlaknya semakin tinggi, justru sebaliknya.

Rupanya budaya liberalisme hedonisme sebagaimana digambarkan dalam film 'The Santri' benar-benar telah menjangkiti negeri ini. Ya Allah, selamatkanlah negeri kami. Janganlah maksiat yang dilakukan sebagian satu kami, membuat Engkau keburukan azab kepada kami semuanya, Amien. [].

Post a Comment for "DUA TRAGEDI DI HARI SANTRI"