Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Analisa Taliban Ketemu JK


©Ust. AZ Saad

Tulisan ini bukan bermaksud untuk meremehkan atau merendahkan atau buruk sangka kepada  setiap upaya memperjuangkan Islam wal muslimin. Siapapun dari Muslim yg berjuang utk Islam wal muslimin harus kita sama sama hargai. Dan kita tidak sebagainya berburuk sangka kepada sesama muslim.

Namun kita wajib waspada kepada setiap makar kafir penjajah. As, rusia, cina, Eropa dll. Manuver apa yang mereka mainkan agar bisa tetap menjajah negeri Islam seperti afghanistan. Untuk itulah tulisan singkat ini dibuat. 

Agar kita bisa memahami tujuankunjungan delegasi taliban kepada wapres JK maka kita harus melihat dalam konteks kontalasi politik internasional. Siapa negara super power, siapa saja negara kedua dan dimana posisi taliban dll? Maka kesimpulan sederhananya kehadiran taliban di Jakarta sebagai tamu negara dengan posisi penguasa Indonesia sebagai antek AS dan cina, maka kehadiran taliban saat ini adalah by design. Siapa sutradaranya? Yang pasti bukan Taliban. Bukan pula Mr takada otake. Yang paling mungkin sang sutradara itu adalah AS, atau negara kedua seperti Rusia dan Cina yg punya kepentingan langsung di kawasan.

Yang bisa bantu kita mengambil kesimpulan adalah posisi masing-masing negara super power, negara kedua, dan taliban serta Indonesia. Serta apa kepentingan masing masing?

AS sebagai negara pertama, jelas ingin bertahan sebagai penjajah afghanistan, yang mana sudah sekitar 30 tahun terakhir dominan di kawasan Asia tengah dan Selatan. Termasuk menjajah Afgjanistan setelah mengusir uni soviet. Namun tetap dibayang-bayangi Rusia sebagai mantan penguasa kawasan tersebut semasa Uni Soviet. 

Namun mengingat apa yg terjadi di timteng khususnya suriah yang menunjukkan bahwa dominasi AS makin menurun dengan bukti AS tidak bisa segera menentukan pengganti Asad, bahkan AS menggandeng Rusia, Cina dll utk terlibat. Maka bisa difahami bahwa di Asia Selatan sendiri khususnya afghanistan, AS juga tidak bisa terus-menerus menekankan dominasinya. Sehingga memerlukan solusi yang aman bagi AS. Karena dibuka perudingan AS dg taliban terkait upaya AS agar Afghanistan lebih kondusif bagi AS. Mengurangi beban bagi AS. 

Apa kepentingan Indonesia? Bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Terus kenapa Taliban ke Indonesia? Nah monggo dilanjutkan...
Di sisi lain, pengaruh cina menguat. Demikian pula rusia.

Sedangkan taliban sendiri tdk bisa menjadi penguasa Afghanistan seperti sudah terjadi 20 tahunan terakhir. AS masih menguasai Afghanistan dengan penguasa boneka Antek-Anteknya.

Perundingan AS dan Taliban tentu dengan syarat syarat AS. Yg paling penting adalah jaminan Taliban tidak akan menjadikan Afghanistan sebagai Negara Islam apapun itu bentuknya apalagi khilafah. Disinilah Taliban perlu Studi banding tentang negara yang berhasil menjinakkan Islam radikal, nah disinilah peran Indonesia. Kenapa JK bukan Mr  Takada Otake? Ini memperkuat dugaan bhw Taliban ke Indonesia dalam rangka belajar bagaimana memoderasi kekuatan Islam radikal. Peran JK di Ambon dan Aceh serta Poso sangat signifikan. Bisa jadi juga peran JK bisa diharapkan dipakai di Afghanistan.

Dengan demikian, Taliban ke Indonesia sebagai tamu kenegaraan padahal Taliban bukan penguasa resmi Afghanistan adalah by design dan tujuanya seperti di atas. Maka Taliban ke sini bukan untuk unjuk gigi tapi justru bagian dari skenario kalah. Apalagi delegasi tersebut juga berkunjung ke pbnu sebagai pengusung isnus yang cenderung moderat kepada musuh musuh Islam. Moga saja taliban selamat dari skenario busuk penjajah.

Post a Comment for "Analisa Taliban Ketemu JK"