Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

WIRANTO OH WIRANTO, RIWAYATMU DOELOE DAN NOW


Oleh : Nasrudin Joha 

Lagi, Wiranto menebar tudingan dan ancaman kepada umat Islam agar tak mendakwahkan khilafah. Dari dalih anti Pancasila, anti UUD, sudah ada putusan pengadilan, dan seterusnya, menjadi argumen klasiknya. Bahkan, Wiranto memperluas ancaman, tidak saja pada HTI, tetapi juga ormas-ormas Islam lainnya juga dilarang mendakwahkan ajaran Islam khilafah.

Padahal, putusan pengadilan itu pengadilan TUN, sifatnya kongkrit, individual dan final. Maknanya ? Putusan itu hanya mengikat bagi HTI, dan itu hanya terkait pencabutan BHP.

Tidak ada satupun amar putusan pengadilan yang menyatakan khilafah sebagai ajaran terlarang. Putusan pengadilan hanya menolak gugatan HTI dan mengokohkan SK pencabutan BHP HTI. Itu doang.

Lantas, apa dasarnya Wiranto melarang individu dan ormas lainnya mendakwahkan khilafah ?
Apa Wiranto mau menjauhkan ajaran Islam khilafah dari umat Islam ?

Sebenarnya, yang mengancam negeri ini apa ?
Pemberontakan OPM ?
Korupsi pejabat dan partai ? 
Ketidakbecusan mengelola negara ?
Utang menggunung ?
Cash negara kosong ?
Pilpres curang ? 

Sejak kapan, khilafah menjadi penyebab semua itu ?

Wiranto, sejak doeloe memang telah lekat dengan kontroversi. Isu pelanggaran HAM selalu dekat dengan tokoh tiga zaman ini. 

Haris Ahzar menyebut Wiranto orang yang memang memainkan peran menggebuk rakyat. Wiranto, pernah  masuk Red Notice daftar pelanggar HAM.

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menyebut Wiranto sebagai pihak yang bertanggung jawab dalan kasus pelanggaran HAM 1998. Pigai mengatakan, pelanggar HAM 1998 dan yang bertanggung jawab adalah Wiranto yang saat itu Panglima ABRI.

Saat ini, Wiranto masih menjalankan peran old nya. Menjadi pihak yang justru berhadap-hadapan dengan umat. 

Wiranto tidak paham, bahwa ajaran Islam khilafah tidak mungkin dicabut dari benak umat, tidak mungkin diubah hukum kewajiban menegakannya, karena memang telah menjadi kewajiban Syar'i dan fakta sejarah yang tak terbantahkan. 

Seharusnya, diusia yang udzur, Wiranto lebih banyak membaca istighfar dan berdzikir. Memohon ampun kepada Allah SWT, dan berdoa agar mendapatkan khusnul khatimah.

Sayang, jika diusia yang makin udzur Wiranto masih saja memusuhi umat Islam. Memusuhi ajaran Islam khilafah, sama saja memusuhi agama Islam dan umatnya. Semoga, Wiranto cepat sadar dan segera bertaubat. [].

Post a Comment for "WIRANTO OH WIRANTO, RIWAYATMU DOELOE DAN NOW"