Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

CARA BARAT MEMASARKAN DEMOKRASI


Oleh : W.Irvandi

Barat telah berhasil memasarkan ide-ide demokrasi—yang tidak berhubungan sama sekali dengan hukum-hukum Islam— di negeri-negeri Islam. Hal ini dapat dilihat bahwa hampir sebagian besar kaum muslimin tidak mengganggap demokrasi bertentangan dengan islam, kalaupun ada pertentangan namun dapat dimanfaatkan dan digunakan sebagai alat dalam perjuangan untuk menegakkan islam. 

Keberhasilan Barat memasarkan demokrasi secara asas dikarenakan bahwa mereka sangat dengki dan dendam terhadap Islam dan kaum muslimin. Di dalam hati mereka terdapat rasa dendam yang sangat dalam terhadap Islam dan kaum muslimin. Maha Benar Allah dengan firman-Nya:

قَدْ بَدَتِ البَغْضَـآءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَ مَا تُخْفِي صُدُوْرُهُمْ أَكْبَرُ 
“…telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi.” (Ali ‘Imraan 118)

Mereka telah memahami bahwa rahasia kekuatan kaum muslimin terletak pada ajaran Islam itu sendiri. Sebab Aqidah Islamiyah adalah sumber kekuatan yang dahsyat bagi umat Islam. Maka mereka pun menyusun strategi untuk memerangi Dunia Islam, dengan jalan melancarkan serangan  misionaris (kristenisasi) dan serangan kebudayaan (berupa westernisasi).

Serangan kebudayaan (westernisasi) ini dilakukan dengan cara membawa kebudayaan dan ide-ide barat —termasuk demokrasi— serta peradaban dan pandangan hidup Barat ke Dunia Islam. Negara-negara Barat dan Eropa segera menyerukan ide-ide tersebut kepada kaum muslimin, dengan maksud agar kaum muslimin menjadikannya sebagai asas cara berpikir dan pandangan hidup mereka, sehingga akhirnya dapat menyimpangkan kaum muslimin dari Islam serta menjauhkan mereka dari keterikatannya dengan Islam dan kewajiban penerapan hukum-hukumnya. 

Tujuan akhirnya ialah agar Barat dapat dengan mudah menghancurkan negara Islam —yakni negara Khilafah— dan kemudian menghapuskan penerapan hukum-hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dengan demikian kaum muslimin selanjutnya akan mudah diarahkan untuk mengambil berbagai ide, peraturan, dan undang-undang barat, sebagai pengganti dari undang-undang dan hukum Islam. Dan menghalangi tegaknya kembali negara berdasarkan islam.

Kita juga bisa lihat fakta realitas kaum muslimin hari ini, begitu mengagungkan apa saja yang datang dari Barat dan negara maju, tapi meremehkan dan melecehkan apa yang datang dari islam. Monsterisasi “Khilafah” dan “Syariah Islam” begitu kentara di negeri-negeri kaum muslimin. Baik dengan berbagai dalih dan alasan ataupun tanpa penjelasan dan alasan satupun. Yang ada hanyalah kebencian dan stigmasisasi negatif terhadap islam dan pemikirannya. Akhirnya umat islam yang lemah pemahamnnya terbawa arus opini tersebut.

Barat pun menjauhkan kaum muslimin dari Islam dan dapat menguasai dengan cengkeramannya atas kaum muslimin. Allah SWT yang telah berfirman :

وَ لَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَ لاَ النَّصَارى حَتَّى تَتَّبعَ مِلَّتَهُم قُلْ إِنَّ هُدَى اللهِ هُوَ الْهُدَى وَ لَئِنِ اتَبَعْتَ أَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَذِي جَـآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَ لاَ نَصِيْرٍ
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, 'Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu (Muhammad) mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan (bukti yang nyata) datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (Al-Baqarah  120)

Serangan misionaris dan kebudayaan ini semakin parah sejak kemerosotan kaum muslimin di bidang pemikiran dan politik pada masa akhir Khilafah Utsmaniyah (pada paruh kedua abad XIX M). 

Pada saat itu telah terjadi perubahan dalam perimbangan kekuatan yang menunjukkan keunggulan negara-negara Eropa. Yaitu setelah terjadinya revolusi pemikiran dan revolusi industri di Eropa dan terwujudnya berbagai kreativitas dan penemuan ilmiah, yang dengan cepat menghantarkan Eropa  menuju ketinggian dan kemajuan. 

Di sisi lain, Khilafah Utsmaniyah tetap jumud dan semakin lemah dari hari ke hari. Kondisi inilah yang akhirnya mengakibatkan banjirnya berbagai kebudayaan, ide, peradaban, dan peraturan Barat yang mengalir deras ke negeri-negeri Islam.

Adapun langkah-langkah serangan misionaris dan kebudayaan yang ditujukan ke negeri-negeri Islam oleh Negara-negara Eropa dan Barat antara lain sebagai berikut :

(1) merendahkan ajaran Islam dan menjelek-jelekkan hukum-hukumnya, menyebarkan keraguan kepada kaum muslimin terhadap kebenaran ajaran Islam, membangkitkan kebencian kaum muslimin terhadap Islam, serta menyatakan bahwa Islamlah yang menjadi sebab kemerosotan dan kemunduran mereka. 

(2) Mengagung-agungkan Barat dan peradabannya, membangga-banggakan ide dan sistem demokrasi, serta menggembar-gemborkan kehebatan peraturan dan undang-undang demokrasi itu.

(3) Menggunakan cara penyesatan, yaitu menyebarkan prasangka di tengah-tengah kaum muslimin bahwa peradaban Barat tidak bertentangan dengan peradaban Islam, dengan alasan bahwa peradaban Barat sebenarnya berasal dari Islam juga, dan bahwa peraturan dan undang-undang Barat sesungguhnya tidak menyalahi hukum-hukum Islam.

(4) Memaksakan sifat Islam pada ide dan peraturan demokrasi, serta menyatakan bahwa demokrasi tidak menyalahi atau bertentangan dengan Islam. Bahkan mereka katakan demokrasi itu berasal dari Islam itu sendiri, atau identik dengan musyawarah, amar ma'ruf nahi munkar, dan mengoreksi penguasa. 

Propaganda mereka ini ternyata sangat mem-pengaruhi kaum muslimin sehingga akhirnya mereka dikendalikan oleh ide-ide dan peradaban Barat. Kaum muslimin mengambil beberapa peraturan dan undang-undang Barat pada masa akhir Khilafah Utsmaniyah. Dan setelah negara khilafah hancur, kaum muslimin malahan mengambil sebagian besar peraturan dan undang-undang Barat. 

Wallahu’alam

Post a Comment for "CARA BARAT MEMASARKAN DEMOKRASI"