Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

AKTIFIS MINYAK TELON

Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani

Entah sudah berapa banyak fitnah yang mereka tuduhkan kepada orang-orang yang memperjuangkan tegaknya agama Allah swt. Di berbagai media mereka seolah tak pernah ada hentinya melancarkan itu.

Mereka fitnah Syariat Islam sebagai ancaman. Mereka tuduh aturan Allah swt. sebagai embrio disintegrasi bangsa. Baginya kondisi bangsa saat ini, yang membiarkan rakyatnya jauh dari aturan-aturan agama, sudah lebih dari cukup tanpa harus diterapkannya Hukum Islam.

Maraknya perempuan-perempuan yang mengumbar aurat, banyaknya orang yang terjerat praktik riba, menjamurnya orang-orang yang tidak mau sholat, dsb., dianggap sebagai identitas ideal bagi bangsa Indonesia. Agama tidak usah ikut campur dengan hak pribadi tiap-tiap warga bangsa (yang muslim).

Diterapkannya Hukum Islam hanya akan menjadi penghambat bagi kemajuan bangsa, penghancur bagi kemajemuukan warga dan peluntur bagi identitas Indonesia. Sehingga, menurut mereka, Syariat Islam tidak usah diterapkan di bumi nusantara.

Jelas ini merupakan fitnah yang sangat keji terhadap Syariat-syariat Allah swt. bagi orang yang meyakini bahwa Islam adalah solusi atas berbagai macam persoalan manusia pasti ia akan menentang dengan tegas semua fitnah-fitnah itu.

Semua orang yang sehat panca inderanya pasti bisa melihat berbagai macam kerusakan di negeri ini, moral pejabatnya, ekonominya, rakyatnya, dsb. Hadirnya orang-orang yang memperjuangkan tegaknya agama Allah swt. pada dasarnya mereka sedang menawarkan solusi atas semua persoalan di negeri ini. Kenapa malah dikriminalisasi ? tidak yakin kah bahwa Islam adalah solusi ?

Sungguh, orang-orang yang takut dengan ditegakkannya Syariah dan Khilafah di bumi Indonesia ini ibarat anak kecil yang takut dengan dokter. Dia sedang sakit, dan mau sembuh, akan tetapi dia tidak mau menerima kedatangan dokter yang mau mengobatinya. Dia menganggap dokter akan menyakitinya (menyuntik), padahal dokter datang dengan penuh rasa cinta untuk mengobatinya.

Mereka takut dengan diterapkannya Hukum-hukum Allah swt., dengan berbagai macam alasannya, padahal Hukum-hukum Allah itulah yang akan menyelamatkan bangsanya yang sudah porak poranda. Jelas, sekalipun aktifis, jika tetap seperti itu, mereka tetap tak ubahnya anak kecil yang masih suka pakai minyak telon, yang takut pada dokter.
Meskipun bacaannya buku-buku Marxis, gayanya sok kritis, tetap aja mereka aktifis minyak telon, alias aktifis berotak bocah yang tanpa sadar sudah melalaikan penguasa.

Sangat disayangkan.

#AdvokatBelaHTI
#HTIdiHATI
#HTILayakMenang
Cirebon, 6 Mei 2018

Post a Comment for "AKTIFIS MINYAK TELON"