Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PAIJO DAN ANJING BUDUK PIARAANNYA

Oleh : Fulan

Alkisah. Paijo memelihara seekor anjing. Sebenarnya sih bukan anjing "trah", cuma anjing buduk yang selalu menyalak. Sepertinya si anjing merasa dirinya anjing herder yang gonggongannya menakutkan. Padahal sebenarnya gonggongan si anjing hanya menimbulkan kegaduhan di lingkungan komplek tempat tinggal Paijo.

Selain gemar menyalak, belakangan anjing buduk Paijo juga gemar menggigit. Dia sudah pernah menggigit tetangga dan bikin hiruk pikuk seantero komplek. Warga komplek sudah menyarankan agar Paijo mengurung saja anjingnya di kandang, agar tak menimbulkan korban lagi. Tapi Paijo menolak.

Alhasil, kemarin anjing buduk itu kembali menggigit tetangga sebelah. Seorang Ketua RT yang sangat dihormati warga. Setelah menggigit, si anjing masih terus saja menyalak.

Sementara, warga sekitar yang mendengar anjing Paijo kembali memakan korban, mulai marah. Jelang malam, kondisi kian memanas, sebab anjing buduk Paijo ternyata mengidap rabies. Maklum selama ini Paijo membiarkan saja anjingnya berkeliaran tanpa divaksinasi, sehingga makin liar saja.

Kabar tetangga yang digigit anjing rabies Paijo makin menyebar luas. Anak-anak si tetangga tak terima, mereka siap berdatangan menjenguk bapaknya sekalian menyerbu anjing buduk Paijo.

Kontan, tanpa perlu menunggu lama, jelang tengah malam itu juga Paijo menyambangi tetangga sebelah. Padahal biasanya Paijo cuek saja dengan keadaan tetangga, tak pernah silaturahmi. Tapi kali ini lain, dari pada anjing buduknya dibantai warga dan anak-anak tetangga, Paijo rela menyempatkan diri sowan ke rumah tetangga.  Tak lupa pula diajaknya serta 2 orang adiknya yang sehari-hari ditugasi menjaga anjingnya.

Warga sekomplek heran dengan reaksi Paijo yang sebegitu protektifnya pada anjingnya.

Warga (W) : "Hei, Paijo, kenapa sih lu bela-belain malam hari ke rumah tetangga??"

Paijo (P) : "Ya, aku kan harus memintakan maaf atas kelakuan anjingku."

W : "Lha yang gigit anjingmu, kok kamu yang kerepotan..?"

P : "Ya iyalah..., mana mungkin aku suruh anjingku minta maaf sendiri. Salah-salah malah ntar dia menggonggong lagi di rumah tetangga dan bikin huru hara baru.."

W : "Ooh..., iya ya. Lalu kenapa gak kamu buang saja anjing buduk itu..? Toh cuma bikin gaduh aja kerjanya.."

P : "dibuang?? Mana bisa!!! Itu kan anjing titipan Tuan Takur, juragan besar yang punya lumbung padi di kampung ini. Bisa runyam aku kalo anjing itu kubuang. Selama aku masih mau memelihara anjing itu, juragan gede akan jamin semua keperluanku. Makanya, apapun akan kulakukan demi anjing peliharaan ini."

W : "Oooh...., begitu toh..."

Warga pun manggut-manggut, kini mereka paham, ternyata Paijo lah yang bertugas menjaga keamanan anjing buduk, bukan si anjing yang menjaga keamanan rumah Paijo.

Itulah sepenggal kisah Paijo dan anjing buduk yang menjadi piaraannya.[]

-----

Namanya juga anjing, pasti gak punya sopan santun. Udah ah...
^_^

[MRA]

Post a Comment for "PAIJO DAN ANJING BUDUK PIARAANNYA"