jauh dari syariat
Oleh: Choirin Fitri
Kaum muslimin saat ini dihadapkan dengan 2 bencana yang menyita perhatian. Pandemi yang tak kunjung usai. Serta, bencana kemanusiaan yang harus terus dituai.
Lebih dari setahun Pandemi Covid-19 belum tampak bisa terselesaikan di seluruh penjuru dunia. Bahkan, tren kenaikan penularan tak bisa terelakkan. Indonesia sendiri dari berbagai data yang dilansir terus mengalami peningkatan. Pasien yang tertular hingga meninggal dunia tiap hari ada.
Kenyataan berbicara bahwa saat kaum muslimin berjibaku menghadapi virus ganas ini, bencana kemanusiaan yang menimpa kaum muslimin juga terus berdatangan. Kaum muslimin Palestina misalnya, mereka tak bisa hidup tenang karena penjajah Israel yang terus melancarkan serangan. Entah berupa serangan langsung ke pemukiman penduduk atau pada individu-individu.
Berita terbaru dilansir oleh detiknews.com seorang pemuda Palestina tewas tertembak tentara Israel di Tepi Barat yang diduduki Israel. Pejabat menyebut peristiwa itu terjadi usai bentrokan di pemakaman seorang anak Palestina.
"Shawkat Khalid Awad, 20, meninggal karena luka tembak di kepala dan perut di Beit Ummar," kata pejabat Kementerian Kehatan Palestina, seperti dilansir AFP, Jumat (30/7/2021).
Kejahatan yang ditimpakan Israel pada kaum muslimin bukanlah hal yang baru. Telah sangat lama penjajahan ini berlangsung. Hingga, pelan tapi pasti wilayah Palestina sebagai bagian dari negeri kaum muslimin terus berkurang. Nyaris hilang dari peta dunia.
Orang-orang kafir musuh-musuh Islam itu tak pernah paham bahwa perbuatan yang mereka lakukan pada kaum muslimin dinilai oleh Allah. Allah menilai buruk perbuatan mereka. Bahkan, siap menimpakan aazab atas perlakuan mereka pada orang-orang yang beriman.
Allah berfirman dalam Surat Al Buruj: 10 yang berbunyi
اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيْقِۗ
"Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar."
Azab Allah bukanlah perkara ringan bagi mereka yang yakin. Karena, ketika Allah telah memberikan ancaman berupa azab, itu artinya Allah sedang murka. Murka pada mereka yang menimpakan cobaan berupa siksaan, pembunuhan, atau pelecehan pada kaum mukminin.
Amat disayangkan mereka tidak beriman pada ayat-ayat Al-Qur'an ini. Sehingga, tak ada rasa takut sedikit pun pada ancaman Allah berupa azab ini. Akhirnya, membuat musuh-musuh Islam ini terus menerus menimpakan bencana kemanusiaan terhadap diri mereka.
Namun, Allah telah menghibur kaum muslimin yang tetap menggenggam iman dengan pahala berlimpah dan kenikmatan surga. Kenikmatan yang takkan pernah bisa ditukar dengan dunia dan seisinya. Kenikmatan yang pasti akan disesali jika terlewatkan.
Dalam surat yang sama, ayat selanjutnya Allah berfirman
"Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung."
Maasya Allah. Siapa yang tak ingin surga? Tidak ada bukan?
Allah tak pernah ingkar janji. Surga akan diberikan pada mereka istikamah dalam taat. Meski saat bercokolnya ideologi sekularisme kapitalisme seperti saat ini menggenggam Islam itu amat berat. Butuh pengorbanan jiwa ragap, harta, dan apapun yang dimiliki.
Meski berat tak layak bagi seorang muslim meninggalkan jalan Islam. Seorang yang beriman pada Allah dan Rasul-Nya akan senantiasa berjuang menghancurkan ideologi sekularisme kapitalisme yang telah mengkotak-kotakkan kaum muslimin dalam sekat-sekat negara. Sekat-sekat inilah yang membuat kaum muslimin tidak bisa bersatu padu menghalau penjajah. Sekat inilah yang menjadi PR besar kaum muslimin untuk dihancurkan.
Jika sekat nasionalisme hancur, kaum muslimin bisa kembali di bawah kepemimpinan tunggal yang menerapkan Islam kaffah, saat itulah bencana kemanusiaan yang menimpa kaum muslimin akan mudah dihilangkan. Mengapa? Karena, kepala negara tertinggi dalam sistem pemerintahan Islam akan menyerukan jihad untuk melindungi kaum muslimin.
Jihad inilah yang akan menjaga kaum muslimin dari perilaku tidak manusiawi para penjajah. Jihad yang dimobilisasi oleh Khalifah akan membuat para penjajah ketakutan dan hengkang dari bumi kaum muslimin. Saat itulah, kaum muslimin di berbagai penjuru dunia akan merasakan nikmatnya hidup damai di bawah naungan Islam. Tidakkah kita merindukannya?
COMMENTS