Antara Salam Jahiliyah dan Salam Penduduk Surga. Pilih mana?


Ketika Umair  bin Wahab al Jumahi berencana membunuh Nabi صلّى اللّه عليه و سلم setelah membuat kesepakatan dengan Shofwan bin Umaiyyah pasca kekalahan telak suku Quraisy di perang Badar.  Umair datang ke Madinah dengan membawa pedang yang diolesi racun. Umar berhasil menangkapnya dan hendak menghabisinya. Namun  Nabi melarangnya,  bahkan ia diizinkan untuk menemui Nabi Saw. Saat masuk menemui Nabi, Umair mengucapkan:
انمعوا صباحا
maknanya kurang lebih "selamat pagi". Menurut Imam al Baihaqi dalam Dalail an Nubuwwah h. 148 ini adalah cara salam orang2 Jahiliyah.

Nabi kemudian menjawab dengan sabdanya:

قد أكرمنا الله بتحية خير من تحيتك يا عمير!  بالسلام تحية أهل الجنة
Sungguh, Allah telah muliakan kami dengan penghormatan yang lebih baik dari cara penghormatanmu wahai Umair! Dengan salam yang menjadi cara penghormatan penduduk surga (Ar Rahiq al Makhtum, h. 203)

Bagaimanakah salam yang diajarkan Nabi? Dalam banyak hadis dijelaskan yaitu salam
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
inilah salam penduduk surga. 

Hari gini, tak ada hujan tak ada angin ada seorang Professor dari kampus Islam ternama sekaligus ketua lembaga bergengsi dengan gaji ratusan juta perbulan mau ganti salam penduduk surga ini dengan salam yang menurutnya lebih mewakili keragaman (pluralitas). Na'udzubillah....

Anda pilih salam mana?. Saya tetap akan pakai salam penduduk surga yang diajarkan manusia paling mulia ini. Apapun resikonya. Mau dituduh radikal, intoleran, dsb. monggo kerso. 

Sebagai penutup, mhn dijawab salam kemuliaan, salam keselamatan, salah rahmah, salam keberkahan, salam ukhuwah, dan salam ahlul jannah

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Al faqiir ila rahmatillah Wahyudi Ibnu Yusuf

Kota Cantik Palangkaraya, 22022020

Sumber:
https://t.me/WahyudiIbnuYusufMDM/77

Label: , ,

Post a Comment

[disqus][facebook][blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.