Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Demokrasi Melahirkan Pemimpin Pembohong


Popularitas Jokowi sudah redup. Padahal Jokowi sedang memerintah. Tapi tanda-tanda pemerintahannya sudah diragukan bisa menyelesaikan masalah-masalah yang sekarang membelit Indonesia. Banyak masyarakat yang pesimis dengan pemerintahan Jokowi. Jokowi dianggap tidak jujur atau konsisten (istiqomah) dengan apa yang diucapkannya.
.
Hampir sebagian besar-jika tidak dikatakan semua janji-janji saat berkampanye gagal dicapai. Publik tentu masih ingat janji Jokowi, misalnya untuk tidak bagi-bagi kursi menteri kepada partai pendukungnya. Kenyataanya, hampir sebagian besar menteri berasal dari partai pendukung mereka. 
.
Janji lain yang dilanggar atau belum tercapai antara lain: pastikan tolak utang luar negeri (sekarang malah bertambah), menghentikan impor daging, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor pertanian, perkikanan, dan manufaktur. Yang terjadi malah sebaliknya, pekerjaan semakin sulit, sementara gelombang pekerja asing terutama dari China meningkat. Janji turunkan harga sembako dan beli kembali Indosatpun belum terwujud. Tidak heran, kalau sebagian publik, menilai, satu-satunya keberhasilan rezim sekarang adalah menipu rakyat.
.
Inilah bukti bahwa sistem demokrasi melahirkan pemimpin pembohong. Bagaimana tidak,  pemimpin yang seharusnya jujur dan menjadi teladan yang baik untuk rakyatnya justru melakukan kebohongan demi mengambil kepercayaan rakyat untuk memilihnya ketika pemilu nanti. Pemimpin dalam sistem demokrasi ini tidak memperdulikan bagaimana kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. Yang diperdulikan hanyalah tentang meraih kekuasaan dengan menghalalkan segala cara tanpa memikirkan pertanggungjawaban di akhirat kelak.
.
Padahal Rasulullah saw. bersabda: 
.
Tidaklah seorang penguasa diserahi urusan kaum Muslim, kemudian ia mati, sedangkan ia menipu mereka, kecuali Allah mengharamkan surga untuknya (HR al-Bukhari dan Muslim).
.
Penipuan tersebut antara lain bisa berwujud pengabaian terhadap hak-hak umat. Setiap penguasa yang melakukan hal ini dipandang telah menipu dan berkhianat kepada umat (Lihat: Imam an-Nawawi, Syarh Shahîh Muslim).
.
Rasulullah saw. telah memperingatkan umatnya sejak 16 abad lalu, "Akan datang sesudahku para penguasa yang memerintah kalian. Di atas mimbar mereka memberi petunjuk dan ajaran dengan bijak. Namun, setelah turun dari mimbar, mereka melakukan tipudaya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari bangkai.” (HR ath-Thabrani).
.
Dalam islam, kepemimpinan bukan soal mencari kekuasaan melainkan adalah kepemimpinan yang memberikan teladan yang baik yang sesuai dengan perbuatan dan ucapannya. Kepemimpinan yang menjalanlan hukum Allah secara menyeluruh yang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah.[]
.
.
#PembohongJanganDipilih
#PemimpinHobiBohong

Post a Comment for "Demokrasi Melahirkan Pemimpin Pembohong"